Bersama UNMUH, DKPUS Sosialisasikan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke Warkop/Kafe Se-Pangkalpinang

DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Sebagai salah satu langkah mendekatkan buku dengan masyarakat, sekaligus upaya mengembangkan minat baca masyarakat, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel mensosialisasikan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Sosialisasi kepada Pengusaha atau Owner Warung Kopi (Warkop) atau Kafe yang ada di Kota Pangkalpinang itu,  berlangsung di Ruang Pertemuan DKPUS Babel, Jalan Jenderal Sudirman, Pangkalpinang, Sabtu (10/10/2020).

Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin yang membuka langsung giat tersebut mengatakan, sosialisasi ini diperluka sebelum dilakukan MoU antara UNMUH bersama DKPUS Babel dan Warkop/Kafe melalui Pojok Baca.

Dalam kerja sama ini, kata Asyraf, UNMUH Babel menyediakan rak, DKPUS Babel menyediakan buku-buku, sedangkan Warkop/Kafe menyediakan tempat, dimana Pojok Baca itu berada.

Pojok Baca ini, dijelaskan Kepala DKPUS Babel, keberadaannya di suatu Warkop/Kafe dalam waktu tertentu. Artinya, dalam waktu tertentu keberadaannya akan dievaluasi dan bisa dipindah-pindah ke Warkop/Kafe yang lain.

Untuk langkah awal, pihaknya menyiapkan sebanyak lima rak beserta bukunya, untuk lima Warkop/Kafe yang ada di Pangkalpinang.

Setelah menghadirkan para owner Warko/Kafe ini, dikatakan Asyraf, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan survei ke Warkop/Kafe yang telah diundang, untuk selanjutnya akan dilakukan penandatangan kerja sama.

“Kami berharap, dengan adanya Pojok Baca ini, tidak hanya minat baca masyarakat yang meningkat, namun juga usaha Warkop/Kafe mengalami peningkatan, termasuk kesejahteran masyarakat pun ikut meningkat,” ujar Asyraf yang juga sebagai Dosen UNMUH Babel tersebut.

Said Akhmad Maulana Dosen UNMUH Babel mengatakan, selaku akademisi pihaknya punya tanggung jawab moril kepada masyarakat. Pojok Baca ini, katanya, merupakan salah satu wujud  pengabdian pihaknya kepada masyarakat.

Pojok Baca ini, ditegaskan Said, untuk memberikan stimulus kepada pengusaha atau owner Warkop/Kafe yang ada di Kota Pangkalpinang.

Pada kesempatan sama, Pustakawan Ahli Madya DKPUS Babel, Runi Alcitra Amalia mengatakan, ini adalah awal DKPUS Babel melakukan kerja sama dengan UKM Warkop/Kafe.

“Kalau di Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, sudah banyak terdapat Pojok Baca di Warkop/Kafe. Jadi, kami ingin Pojok Baca yang ada di Warkop/Kafe di Babel menjadi trenddan gaya hidup masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Runi juga menjelaskan sekilas berkenaan dengan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial kepada para owner Wakop/Kafe yang hadir, sembari menayangkan sekilas video Warkop/Kafe yang telah memiliki Pojok Baca, seperti di Belitung Timur, Jakarta dan Bandung.

Sementara itu, owner salah satu Warkop yang berada di Jalan Ahmad Yani, Pangkalpinang, juga mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Babel, Rusli Zaidan, yang ikut hadir dalam sosialisasi itu, menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang diambil DKPUS Babel dan UNMUH.

“DKPUS itu sebenarnya pusatnya ilmu. Jadi, tidak ada alas an saya tidak mendukung program Pojok  Baca ini. Saya ingin melalui Pojok Baca ini, mindset masyarakat kita berubah ke gemar membaca,” kata Rusli.

 

Sumber: 
DKPUS BABEL
Penulis: 
Aliyah/Ahmad
Fotografer: 
Ahmad
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
DKPUS