Strategi Penelusuran Informasi di Internet

Teknologi informasi yang sangat cepat berkembang saat ini, membuat informasi menjadi sangat tidak terkontrol, terutama  informasi yang ada di internet. Ledakan informasi tersebut, sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan pemustaka atau pengguna informasi. Informasi menjadi penting dalam mengambil kebijakan dalam setiap keputusan, baik dalam tatanan organisasi maupun kelompok masyarakat. Informasi yang akurat menghasilkan keputusan yang akurat pula.

Perpustakaan berperan dalam pemenuhan informasi penggunanya. Perpustakaan menyediakan, mengolah informasi dan disajikan sebagai bagian dari bahan referensi maupun rujukan dalam membuat karya ilmiah maupun penelitian. Menurut Reynaldi, perpustakaan sebagai pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang tidak habis-habisnya untuk digali, ditimba, dan dikembangkan. Seharusnya, perpustakaan menyediakan sarana penelusuran informasi yang optimal, dalam artian sederhana perpustakaan memberikan kebutuhan informasi bagi pemustakanya. Kebutuhan informasi setiap orang berbeda, ada yang menginginkan buku teks, biasanya ini adalah generasi yang terbiasa dengan informasi mainstream, ada juga generasi alfa dimana generasi ini, sangat tergantung dengan informasi yang bersifat elektronik baik e-book, maupun e-journal.  

Informasi elektronik hanya tersedia di internet. Namun, tidak semua informasi tersebut dapat dipercaya, karena sekarang informasi elektronik juga dapat berupa informasi hoax yang dapat menyesatkan pengguna. Keberlimpahan informasi di internet menyebabkan pemustaka mengalami kesulitan dalam mencari informasi yang relevan. Ada beberapa alasan mengapa informasi di internet tidak semua dapat dipercaya? Karena setiap orang dapat menulis di internet, dan kita tidak tahu kapasitasnya seperti apa. Bisa dibayangkan jika setiap kegiatan seseorang ditulis di internet. Di internet juga banyak informasi sampah. Mengapa? Karena setiap orang dapat mengeluh dan menulis pengalamannya di internet, padahal informasi itu tidak begitu penting. Selain itu, pemustaka maupun pengguna perpustakaan tidak memiliki keterampilan khusus dalam menelusur informasi di internet. Karena alasan inilah mengapa perlu strategi penelusuran informasi di internet.

 

Pembahasan Strategi Penelusuran

Menurut Chowdhury, strategi penelusuran sangat membantu pengguna memilih cara yang optimal dalam penelusuran suatu basis data. Sedangkan menurut Rowlay, strategi penelusuran informasi merupkan himpunan keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam proses pencarian dengan tujuan untuk menemukan sejumlah cantuman yang relevan, menghindari ditemukannya dokumen yang tidak relevan, menghindari jumlah cantuman yang banyak dan juga menghindari tidak ditemukannya cantuman sama sekali. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi penulusuran sangat diperlukan untuk mencari informasi relevan pada basis data yang telah disediakan dan menghindari cantuman banyak serta menghindari tidak ditemukannya cantuman sama sekali oleh pemustaka.

Pemustaka dalam menelusur informasi di internet harus menggunakan strategi agar informasi yang ditemukan lebih relevan dengan kebutuhan pemustaka. Menggunakan strategi dalam penelusuran informasi juga mendapatkan informasi lebih cepat dan lebih akurat, tetapi tidak semua pemustaka paham bagaimana strategi mencari informasi di internet. Ada beberapa strategi yang memungkinkan digunakan dalam pencarian informasi terpenuhi, yaitu: Pertama,  Pemustaka harus menentukan kata kunci dari informasi yang dibutuhkan. Kata kunci ini, dapat berupa kata atau frasa dari pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian pun dapat di pecah menjadi 3 klaster, yakni: a) factor pendorong dari pertanyaan penelitian; b) hasil intervensi dari pertanyaan penelitian; c)  sampel dari pertanyaan penelitian.

Kedua, Pemustaka harus memahami domain dari informasi yang diinginkan. Hal ini, diperlukan karena di internet banyak sekali domain seperti ac.id, go, gov, org, sch,or.id, co.id, dan edu. Ini merupakan domain yang di percaya. Adapun domain yang kurang dipercaya, diantaranya com, blogspot, wordpress, net dan web.id. ketiga,  Pemustaka juga harus membatasi domain jika melakukan pencarian informasi di internet. Contohnya, jika mencari di bidang pendidikan, maka batasi dengan domain pendidikan, yaitu ac.id. Keempat, Pemustaka juga dapat membatasi format file dalam pencarian koleksi. Adapun contoh format filenya pdf, doc, ppt, rtf dan xls. Kelima, Pemustaka juga harus memilih search engine yang tepat agar pencarian informasi terpenuhi. Beberapa contoh search engine, antara lain Google.com, Yahoo.com, Ask.com, Bing.com, Yandex, Altavista, Baidu, dan masih banyak lagi.

Keenam, Pemustaka juga harus memanfaatkan Boolean logic. Contoh Boolean logic adalah AND, OR, dan NOT. Contoh penggunaan boolean logic pemustaka dapat menggunakan (manis AND segar). Pada search engine AND akan menampilkan dua istilah kata tersebut, di hasil pencarian. Apabila data tidak memiliki dua kata dimaksud, maka hasil tidak akan ditampilkan. jika menggunakan (manis OR segar) OR akan menampilkan seluruh hasil penelusuran yang mengandung kata manis atau kata segar sesuai dengan popularitas kata kunci atau frase. Sedangkan menggunakan (manis NOT segar) NOT akan menampilkan seluruh hasil penelusuran yang mengandung kata manis, namun tidak mengandung kata segar.

Ketujuh, Pemustaka juga dapat memanfaatkan Google Syntax. Google Syntax adalah sintaks khusus yang digunakan pada search engine google untuk "membatasi" area pencarian agar dapat menghindari adanya informasi tidak relevan dengan informasi yang kita butuhkan. Berbagai jenis sintak yang dapat digunakan dalam pencarian pada search engine, yaitu: 1). Intitle. Untuk membatasi pencari hanya pada judul; 2). Allintitle. Untuk membatasi pencari hanya pada judul atau web saja dengan variasi ekspresi pencarian lebih dari satu; 3). Inurl. Untuk membatasi pencarian hanya pada halaman web saja; 4). Link. Menampilkan halaman web yang mempunyai link ke halaman web pada query; 6). Site. Mencari pada situs webnya; 7). Filetype. Menampilkan format file yang diinginkan; 8). Related. Menampilkan halaman web yang mirip (terkait); 9). Define. Mencari defenisi tertentu dari kata kunci yang kita inginkan.

Harapan Penulis, artikel ini jika pemustaka perpustakaan menerapkan strategi dalam pencarian informasi, maka memudahkan pemustaka dalam mencari informasi yang sangat relevan dengan kebutuhannya. Strategi penelusuran ini, sangat penting untuk diketahui oleh pemustaka perpustakaan agar pemustaka dapat menghindari informasi hoax, informasi sampah dan informasi yang tidak ilmiah.

Penulis: 
Jan Frist Pagendo Purba, Pustakawan UBB
Sumber: 
DKPUS BABEL