Primary tabs

Internet of Things dalam Perpustakaan

Teknologi yang berkembang saat ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat milenial atau Millenial generation atau generasi Y dan juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada kondisi tertentu dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun, para ahli menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. Kebutuhan informasi generasi milenial saat ini beragam dan sangat cepat berkembang, bahkan sampai tidak terbendung dan bisa dibayangkan keberagaman itu ada dalam jaringan internet yang kapan saja dimana saja dapat diakses melalui mobile.  

Generasi milenial merupakan generasi yang tanggap akan perkembangan teknologi Informasi, generasi milenial juga sangat bergantung dengan  teknologi informasi dalam setiap kegiatan, bisa dilihat banyaknya pemuda yang sangat menguasai teknologi bahkan usaha start up yang sangat berkembang saat ini adalah buah dari pemanfaatan teknologi informasi. Teknologi informasi yang dirasakan saat ini sudah banyak menyentuh disetiap lini pekerjaan baik transportasi, belanja barang, makanan bahkan yang berkaitan dengan informasi. Informasi seperti apa yang sangat dibutuhkan masyarakat milenial saat ini adalah informasi yang cepat, akurat dan dapat diakses real time dengan perangkat mobile yang terhubung dengan internet. Jika berbicara informasi tidak terlepas dengan perpustakaan, perpustakaan yang bergelut dengan informasi baik itu cetak maupun elektronik berfungsi sebagai pengolah, penyimpan dan penyebar informasi agar informasi tersampaikan kepada pengguna perpustakaan.

Generasi milenial saat ini sangat membutuhkan jaringan internet dalam melakukan setiap kegiatannya peluang ini harus diambil oleh perpustakaan jika tidak mau ditinggalkan penggunannya. Konsep perpustakaan diharapkan mengarah kekebutuhan tersebut, mengapa?  karena pengguna perpustakaan keperpustakaan sangat tergantung dengan jaringan internet yang disediakan, koleksi yang memadai serta kenyamanan dalam menggunakan layanan yang ada. Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat membaca buku tetapi perpustakaan suatu saat nanti menjadi tempat generasi milenial untuk bekerja dan menghasilkan ide.

Defenisi Internet of Things

Ungkapan Internet of Things (IoT) pertama kali dikenalkan pada tahun 1999 setelah munculnya Internet pada 1990-an, berbicara internet of things tidak lepas dari defenisi IoT tersebut ada yang mengatakan IoT adalah a network of networks where, typically, a massive number of objects/things/sensors/devices are connected through communications and information infrastructure to provide value-added services. Sedangkan beberapa ahli dalam jurnalnya mengatakan IoT adalah a dynamic global information network consisting of internet-connected objects, such as RFIDs, sensors, actuators, as well as other instruments and smart appliances that are becoming an integral component of the future internet. Jika ditarik kesimpulan dari kedua pengertian diatas IoT adalah jaringan dimana benda-benda terhubung melalui infrastruktur komunikasi dan informasi (internet) misalnya seperti RFID, sensor serta instrument lainnya dan aplikasi pintar yang menjadi komponen integral dari internet masa depan.

Internet memiliki peran yang sangat banyak dalam dunia perpustakaan. Perpustakaan dibeberapa daerah telah banyak menggunakan RFID dan Sensor dalam memanagement koleksinya. RFID dan sensor jika terhubung dengan internet dapat menciptakan konsep perpustakaan masa depan, dibeberapa daerah sudah menyatukan konsep perpustakaan dengan konsep smart city walaupun masih skala kecil, hal ini dilakukan agar koneksi disetiap layanan masyarakat dapat terhubung dengan satu aplikasi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan mudah dalam jaringan internet. Jika konsep (IoT) ini diterapkan, maka Perpustakaan dan Pustakawan  harus berbenah, pustakawan harus cakap dalam menggunakan teknologi informasi, pustakawan setidaknya tidak kalah bersaingan dengan pengguna perpustakaan. Pustakawan harus mampu jika penerapan IoT ( internet of  Things) benar benar terjadi di perpustakaan, IoT memiliki manfaat yang sangat besar ketika diimplementasikan. Meskipun demikian, dalam implementasinya IoT juga memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi, di antaranya: 1. Keberadaan manusia yang akan tergantikan oleh mesin, di beberapa negara maju perpustakaan telah berkembang dengan pesat bahkan setiap koleksi telah diberi RFID dan memiliki sensor dimana pengguna dapat melakukan pencari koleksi hanya dengan aplikasi dan diarahkan pada letak koleksi dengan sebuah peta. dalam hal pemilahan jenis koleksi telah menggunakan robot, koleksi yang telah dikembalikan dapat diklasifikasi kedalam kode tertentu dan secara otomatis masuk melalui rel yang berjalan dan ditempatkan sesuai dengan troli yang ada. Bisa dibayangkan jika setiap kegiatan pada perpustakaan sudah menggunakan teknologi robot, satu sisi pengguna dapat dengan mudah mencari koleksi disisi lain pustakawan sebagai representasi dari perpustakaan akan semakin tidak dibutuhkan. 2. Keamanan data akan berkurang, data ataupun database perpustakaan akan dapat diakses melalui jaringan internet, jika sistem keamanan data tidak terjaga maka data maupun database tersebut dapat di akses oleh orang lain dan dapat disalah gunakan dan yang. 3. Besarnya biaya yang diperlukan untuk implementasi teknologi, jika perpustakaan menerapkan maka dipastikan membutuhkan biaya yang sangat besar dan SDM yang mumpuni, serta infrastruktur baik sarana dan prasarananya juga mendukung.

Penerapan IoT pada perpustakaan sebuah keharusan yang tidak dapat dibendung dan akan menjadi kebutuhan bagi pengguna perpustakaan, pengguna perpustakaan yang beragam membutuhkan akses ke informasi yang cepat dan aman dengan kualitas internet yang cepat juga. Perpustakaan harus dapat menawarkan hal tersebut agar pengguna mau berkunjung ke perpustakaan. Penggunaan IoT juga sangat baik digunakan di perpustakaan karena dapat mengatasi beberapa masalah yang dapat mengefisienkan waktu dan tenaga sehingga membuat pengguna merasakan peran perpustakaan dalam mencari informasi semakan maksimal dan dapat memecahkan segala kebutuhan informasi pengguna dengan baik.

 

Daftar Pustaka

Alavi, Amir H., Pengcheng Jiao, William G. Buttlar, and Nizar Lajnef. 2018. “Internet of Things-Enabled Smart Cities: State-of-the-Art and Future Trends.” Measurement: Journal of the International Measurement Confederation 129(July):589–606.

Ande, Ruth, Bamidele Adebisi, Mohammad Hammoudeh, and Jibran Saleem. 2019. Internet of Things: Evolution and Technologies from a Security Perspective. Elsevier Ltd.

Danu Jaya Saputro. 2018. “Mengenal Internet Of Things (IoT) Yang Akan Diimplementasikan Pada Hampir Semua Aspek Kehidupan.” https://warstek.com/2018/05/26/iot/

Hidayat, Arif Dwi, Bambang Sudibya, and Catur Budi Waluyo. 2019. “Pendeteksi Tingkat Kebisingan Berbasis Internet of Things Sebagai Media Kontrol Kenyamanan Ruangan Perpustakaan.” Avitec 1(1):99–109.

Hui, Terence K. L., R. Simon Sherratt, and Daniel Díaz Sánchez. 2017. “Major Requirements for Building Smart Homes in Smart Cities Based on Internet of Things Technologies.” Future Generation Computer Systems 76:358–69.

Kraeling, Mark and Michael C. Brogioli. 2019. Internet of Things At-a-Glance. Second Edi. Elsevier Inc.

Perera, Charith, Chi Harold Liu, and Srimal Jayawardena. 2015. “The Emerging Internet of Things Marketplace from an Industrial Perspective: A Survey.” IEEE Transactions on Emerging Topics in Computing 3(4):585–98.

Rizki Vadilla. 2016. “KutuBuku, Inovasi Perangkat IoT Untuk Perpustakaan Di Indonesia.” https://www.reviewsotoy.com/2016/06/kutubuku-inovasi-perangkat-iot-untuk-perpustakaan.html

Rodin, Rhoni. 2019. “Analisis Kesiapan Dan Tantangan Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Di Indonesia Menghadapi Era 4 . 0.” Media Pustakawan 26(2):81–90.

Wilianto, Wilianto and Ade Kurniawan. 2018. “Sejarah, Cara Kerja Dan Manfaat Internet of Things.” Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi Dan Informatika 8(2):36.

 

 

Penulis: 
Jan Frist Pagendo Purba
Sumber: 
Pustakawan Universitas Negeri Bangka Belitung

Artikel

05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
7,482 kali dilihat
22/10/2020 | Darma, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
1,303 kali dilihat
21/08/2019 | Fatmawati
1,125 kali dilihat
03/10/2020 | Jan Frist Pagendo Purba, Pustakawan UBB
1,029 kali dilihat

ArtikelPer Kategori