Primary tabs

Karakter Pustakawan di Era Inovasi Teknologi dan Pelayanan Perpustakaan

Revolusi Mental merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh eleman bangsa dengan memperkuat peran seluruh instansi pemerintah, melaksanakan nilai nilai esensial pada individu, masyarakat dan Lembaga negara. Nilai nilai esensial tersebut meliputi etos kemajuan, etika kerja, motivasi berprestasi, disiplin, kerjasama dan gotong royang. Secara terperinci revolusi mental bagi aparatur sipil negara bermuara pada tiga nilai esensial revolusi mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong. Secara singkat, integritas dapat diartikan sebagai kesesuaian antara perkataan dengan apa yang diperbuat, berkata jujur, dapat dipercaya, berpegang teguh pada prinsip kebenaran. Etos kerja dapat diartikan sebagai sebuah sikap yang berorientasi pada hasil yang terbaik, semangat tinggi dalam bersaing, optimis dan selalu mencari cara yang produktif dan inovatif. Gotong royong dapat diartikan sebuah keyakinan mengenai pentingnya melakukan kegiatan secara Bersama-sama dan bersifat sukarela agar kegiatan dapat berjalan dengan cepat dan lancar.

Dalam konteks perpustakaan komitmen untuk menciptakan kualitas pelayanan yang efektif, efisien dan inovatif, memerlukan revolusi mental dan sebuah pemahaman yang komplek dalam memandang perpustakaan. Perpustakaan sebagai sebuah organisasi pemerintah yang bergerak dalam pelayaan publik harus menjadi sebuah contoh, agar bagaimana pelayanan kepada pemustaka dapat bekerja dengan baik. Saat ini, Inovasi teknologi yang berkembang dapat dijadikan peluang menciptakan sebuah produk agar pelayanan kepada pemustaka berjalan efektif dan efisien. Pelayanan yang efektif dan efisien tersebut harus memiliki inovasi untuk mencapainya. Menurut Everett M.Rogers inovasi adalah suatu gagasan, praktik, atau objek/ benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Sedangkan Kuniyoshi Urabe menjelaskan bahwa inovasi bukan merupakan kegiatan sekali waktu, melainkan suatu proses Panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan keputusan dilakukan oleh organisasi. Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa inovasi merupakan suatu gagasan yang diterima sebagai suatu hal baru oleh seseorang atau kelompok yang meliputi suatu proses Panjang dalam pengambilan keputusan.

Ciri-ciri inovasi menurut Rogers mencakup keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, ketercobaan, dan keteramatan. Jika ciri inovasi tersebut ditarik kedalam konteks perpustakaan maka inovasi memiliki ciri antara lain 1. Keuntungan relatif yaitu sejauh mana inovasi memberikan keuntungan bagi pemustaka. 2. Kompatibilitas yaitu sejauh mana kesesuaian inovasi dengan nilai dan pengalaman lalu, dan kebutuhan pemustaka. 3. Kompleksitas yaitu tingkat kerumitan dalam memahami dan menggunakan inovasi bagi pemustaka. 4. Ketercobaan yaitu dapat tidaknya dicoba suatu inovasi oleh pemustaka. 5. Keteramatan yaitu mudah atau tidaknya diamati suatu hasil inovasi. Dari ciri diatas perpustakaan sebagai layanan masyarakat diharapkan mampu dan aktif menciptakan inovasi agar kemudahan layanan dapat dinikmati oleh pemustakanya.

Dalam mencapai sebuah inovasi layanan perpustakaan, pasti memiliki banyak kendala yang dihadapi perpustakaan saat ini, antara lain meliputi kemajuan teknologi informasi, sumberdaya manusia dan kemampuan pustakawan. Kendala ini seharusnya tidak menjadi halangan bagi perpustakaan dan pustakawan dalam memberikan layanan yang terbaik. Pustakawan harus mampu membangun karakter yang kuat dan mau belajar untuk menjadi pelayan publik yang berjiwa Pancasila dan berjiwa melayani. Untuk mencapai itu semua, pasti perpustakaan maupun pustakawan mengalami banyak kendala yang dihadapi sebagai faktor penghambat dari sebuah inovasi. Menurut Ibrahim faktor penghambat antara lain: 1) Estimasi tidak tepat terhadap inovasi; 2) Konflik dan Motivasi; 3) Inovasi yang dirancang tidak berkembang; 4) Masalah Keuangan; 5) Penolakan inovasi dari kelompok tertentu; 6) Kurang adanya hubungan sosial. penghambat ini seharusnya tidak menjadi kendala bagi seorang pustakawan, jika pustakawan memiliki karakter seorang inovatif yang melayani.

Karakter pustakawan yang dibutuhkan oleh perpustakaan saat ini yaitu pustakawan harus memiliki semangat belajar yang tinggi, pustakawan harus mampu menciptakan atau menemukan cara-cara baru, bahkan produk baru. Pustakawan harus mampu berkolaborasi atau bekerja sama dengan pustakawan lain untuk menghadapi tantangan di era masa kini. Pustakawan harus melayani kebutuhan informasi pemustaka. Pustakawan juga harus menjadi teladan bagi pemustakanya. Inilah karakter pustakawan yang dibutuhkan di era inovasi teknologi agar perpustakaan sebagai layanan masyarakat dan sebagai tempat belajar sepanjang hayat tidak ditinggalkan oleh pemustakanya.

 

Penulis: 
Jan Frist Pagendo Purba, S.Sos Pustakawan Universitas Bangka
Sumber: 
DKPUS Prov. Kep. Babel

Artikel

05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
7,483 kali dilihat
22/10/2020 | Darma, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
1,303 kali dilihat
21/08/2019 | Fatmawati
1,125 kali dilihat
03/10/2020 | Jan Frist Pagendo Purba, Pustakawan UBB
1,029 kali dilihat

ArtikelPer Kategori