Primary tabs

Narsum SHM Inklusi Sosial, Rakhmadi Paparkan Peran Perpustakaan dalam Pembangunan Nasional

DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rakhmadi dipercaya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menjadi narasumber (narsum) dalam Stakeholder Meeting (SHM) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tingkat Provinsi Tahun 2021.   

Dalam Kegiatan SHM yang diselenggarakan Perpusnas RI, Kamis (23/9/2021) via virtual, dan diikuti puluhan peserta tersebut,  Rakhmadi memaparkan Peran Perpustakaan dalam Pembangunan Nasional.

Rakhmadi menjelaskan, perpustakaan memiliki peran penting dalam pembangunan. Kalau sebelumnya perpustakaan hanya sebagai tempat atau pusat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan saja, sekarang sudah lebih dari itu.

“Peran Perpustakaan saat ini dalam pembangunan nasional yaitu, sebagai pusat ilmu pengetahuan yang mampu mendorong inovasi dan kreativitas. Kedua, peran perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, dimana perpustakaan itu sendiri menjadi pusat kegiatan masyarakat untuk mengembangkan potensi berbasis literasi,” papar Rakhmadi.

Sedangkan yang ketiga, dikatakan Rakhmadi, peran perpustakaan sebagai pusat kebudayaan. Dalam hal ini, perpustakaan sebagai pusat pemajuan dan pelestarian kebudayaan.

Sejak Januari sampai September 2021, sudah banyak kegiatan yang dilakukan perpustakaan di Babel dalam mendukung Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Seperti Kegiatan keterlibatan masyarakat dalam pelatihan sebanyak 1.070 kegiatan, dengan jumlah peserta 1.382 orang, dan promosi 484 dengan jumlah peserta 17.555 orang.

“Kita akan terus mendorong masyarakat, diantaranya masyarakat petani bagaimana bisa memanfaatkan layanan perpustakaan ini, melalui bahan untuk kepentingan memberikan peningkatan hasil dan kualitas pertanian,” ujar Rakhmadi.

Oleh karena itulah, diungkapkan Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, dibutuhkan dukungan dari stakeholder, apakah itu dari organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi, BUMN melalui CSR-nya.

Kepala DKPUS Babel juga menyampaikan Kegiatan Transformasi Perpustakaan di Babel, sudah ada 6 kabupaten dan 45 desa yang menerima.

“Jadi untuk kelanjutan program ini di Babel, kami mengharapkan dukungan stakeholder, diantaranya Bappeda, dari anggaran yang minim agar bisa dipertimbangkan, untuk mendukung kelangsungan kegiatan ini,” katanya.

Kemudian dari Diskominfo sudah berkomunikasi, agar bisa difasilitasi penguatan jaringan internet untuk perpus desa ini, terutama berkaitan dengan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Perpustakaan kabupaten terus berbenah. Oleh karena itu, ditambahkan Rakhmadi, dibutuhkan regulasi yang kuat, tentu ini ada peran Biro Hukum Setda Babel.

Dalam kesempatan sama juga ditayangkan video kompilasi kegiatan-kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dilaksanakan Perpustakaan Kabupaten dan Desa.

Kegiatan yang dimoderatori Runi Alcitra Amalia selaku Master Trainer Nasional itu, diikuti utusan DKPUS Provinsi, Bappeda, Dinsos PMD, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kominfo, DP3ACSKB, Biro Hukum Setda Provinsi, Anggota Tim Sinegi, DPK Bangka Barat, DPK Bangka Selatan, DPK Bangka Tengah, DPK Bangka, ISB Atmaluhur, PT Timah, dan Bank Indonesia.

Sumber: 
DKPUS Babel
Penulis: 
Ahmad
Fotografer: 
Ahmad
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
DKPUS