Primary tabs

Pengaruh Penataan Ruangan Perpustakaan bagi Kenyamanan Pemustaka Perpustakaan

Keberadaan perpustakaan pada saat ini dapat ditemukan hampir di setiap instansi, baik di instansi pemerintahan maupun swasta terutama banyak ditemukan di Instansi Pemerintahan. Selain berada di Lembaga Pemerintahan, perpustakaan dapat ditemukan di lembaga-lembaga umum pendidikan seperti Lembaga Sekolahan maupun Perguruan Tinggi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan pada Bab VII Pasal 20 jenis-jenis perpustakaan terdiri atas sebagai berikut: Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum ( Perpustakaan Umum Provinsi, Kabupaten/kota dan Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan), Perpustakaan Sekolah Madrasah (Perpustakaan SD/MI, SMP/MTs dan Perpustakaan SMA/SMK/MA), dan Perpustakaan Perguruan Tinggi (Negeri/Swasta) serta Perpustakaan Khusus seperti yang terdapat pada Perpustakaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Keberadaan perpustakaan menggambarkan bahwa masyarakat telah memperhitungkan betapa pentingnya lembaga tersebut sebagai sarana kebutuhan hidup dan sumber informasi sepanjang hayat yang disajikan untuk masyarakat baik secara konvensional maupun online.

Seiring dengan perkembangan zaman, perpustakaan tersebut dalam hal penyelenggaraannya terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi kelancaran tugas dan fungsi perpustakaan yang terkadang sering terabaikan yaitu tata ruang perpustakaan. Pengaturan tata ruang yang menarik dan fungsional akan mengakibatkan pelaksanaan tugas dan fungsi perpustakaan dapat diatur secara tertib dan lancar, sehingga tercipta hal-hal sebagai berikut, seperti: Pertama, jalannya komunikasi dan hubungan antar ruangan, staf, dan pengguna perpustakaan menjadi tidak terganggu. Dengan komunikasi yang baik antar petugas, pengelola dan pustakawan maupun pemustaka, operasional perpustakaan dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga koordinasi dan pengawasan semakin mudah untuk dilakukan serta mendapatkan pencapaian efesiensi dan kenyaman kerja.

Kedua, Pengawasan dan pengamanan koleksi perpustakaan terjaga dengan baik. Ketiga,  Aktivitas melayani pemustaka perpustakaan dapat dilakukan dengan lancar. Keempat, Arus keluar-masuk udara ke ruangan perpustakaan menjadi leluasa, namun demikian harus dihindari tembusnya sinar matahari yang mengenai koleksi perpustakaan secara langsung agar koleksi perpustakaan tidak rusak. Kelima,  Tidak menimbulkan gangguan terhadap pembaca/pengguna dan staf perpustakaan.

Menurut Lasa HS:2005, penataan ruangan perpustakaan bertujuan untuk : 1) Memperoleh efektifitas kegiatan dan efesiensi waktu, tenaga serta anggaran; 2) Menciptakan lingkungan yang aman suara, nyaman cahaya, nyaman udara, dan nyaman warna; dan 3) Meningkatkan kualitas pelayanan; 4) Meningkatkan kinerja petugas perpustakaan.

Tata ruang perpustakaan yang baik tentunya memiliki asas tata ruang yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan. Perpustakaan Umum Provinsi misalnya yang meliputi standar koleksi, standar sarana-prasarana, standar pelayanan, tenaga pengelola, penyelenggaraan, dan pengelolaan perpustakaan dimana untuk penataan koleksi serta sarana dan prasarananya haruslah tertata dengan baik, agar penataan dan pemanfaatan ruangan dapat tertata dengan baik pula. Adapun asas tata ruang tersebut antara lain: 1) Asas jarak, yaitu suatu susunan tata ruang yang memungkinkan proses penyelesaian pekerjaan dengan menempuh jarak yang paling pendek; 2) Asas rangkaian kerja, yaitu suatu tata ruang yang menempatkan tenaga dan alat-alat dalam suatu rangkaian yang sejalan dengan urutan penyelesaian pekerjaan yang bersangkutan; 3) Asas pemanfaatan, yaitu tata susunan ruang yang ada, dimanfaatkan sepenuhnya untuk kenyamanan pengguna.

Ruang perpustakaan sekurang-kurang terdiri dari ruang referensi, ruang koleksi, ruang baca, ruang kepala perpustakaan, ruang kerja staf, ruang pengolahan, ruang serba guna, ruang teknologi informasi/ multimedia, area gudang, area layanan perpustakaan, dan area publik (seperti area mushola dan toilet). Untuk area layanan perpustakaan, ruangannya sedikit lebih luas karena melayanai pemustaka yang datang ke perpustakaan. Sistem layanan di perpustakaan menganut 3 (tiga) sistem layanan, yakni sistem layanan terbuka, sistem layanan tertutup, dan sistem layanan campuran. Apabila perpustakaan menganut sistem terbuka, maka alokasi tata ruang  diatur dengan pembagian 70% untuk koleksi dan pengguna, 20% untuk staf, dan 10% untuk keperluan lain.  

Apabila perpustakaan menganut sistem tertutup, maka alokasi tata ruangnya  adalah 45% untuk koleksi, 25% untuk pengguna, 20% untuk staf, dan 10% untuk keperluan lain. Selain itu, dalam merancang ruang perpustakaan perlu diperhatikan dalam penataan ruang baca, ruang koleksi, dan ruang sirkulasi yang dapat dipilih dengan sistem tata sekat dan tata baur (Lasa, HS:2005).
Sistem tata sekat yaitu cara pengaturan ruangan perpustakaan yang menempatkan koleksi terpisah dari ruang baca pengunjung. Sistem ini, tidak memperkanan pengunjung untuk masuk ke ruang koleksi dan petugaslah yang akan melayani pemustaka perpustakaan. Sedangkan sistem tata baur yaitu suatu cara penempatan koleksi yang dicampur dengan ruang baca agar pembaca lebih mudah mengambil dan mengembalikan koleksi sendiri.

Dapat disimpulkan bahwa tata ruang perpustakaan yang baik tidak membuat pengunjung/pengguna perpustakaan saling terganggu. Penataan ruang/area perpustakaan yang diatur dengan baik sesuai standar nasional perpustakaan tentunya akan mempermudah pengawasan, pengamanan bahan pustaka dan temu kembali informasi yang mudah, cepat serta kondisi ruang perpustakaan akan terlihat rapi, bersih, nyaman. Penataan ventilasi dan pencahayaan harus ditata dengan baik pula, agar udara dapat masuk ke ruang perpustakaan, sehingga pemustaka pun tidak bosan untuk selalu datang ke perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasinya.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa pengaruh penataan ruangan perpustakaan bagi kenyamanan Pemustaka Perpustakaan sangat besar.

Penulis: 
Dian Ekatama, S.I.Pust, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
Sumber: 
DKPUS Prov. Kep. Babel

Artikel

05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
7,483 kali dilihat
22/10/2020 | Darma, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
1,303 kali dilihat
21/08/2019 | Fatmawati
1,125 kali dilihat
03/10/2020 | Jan Frist Pagendo Purba, Pustakawan UBB
1,029 kali dilihat

ArtikelPer Kategori