Primary tabs

Sekda Naziarto Kukuhkan Sri Rahayu jadi Bunda Literasi Babel 2022-2024

PANGKALANBARU – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dr Drs Naziarto, S.H., M.H, resmi mengukuhkan Sri Rahayu Mulya Naziarto, S.A.P menjadi Bunda Literasi Provinsi Babel masa bhakti 2022-2024.

Pengukuhan ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan, pemasangan Selempang Bunda Literasi dan pemukulan gong oleh Sekda Babel Naziarto, serta penandatanganan nota kesepahaman antara Bunda Literasi Provinsi bersama Bunda Literasi Kabupaten/Kota Se-Babel.

Seremoni pengukuhan yang berlangsung di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Babel, Rabu (6/7/2022) pagi, disaksikan dan dihadiri Pejabat dari unsur Forkopimda, Ketua Persit Chandra Kirana 045 Garuda Jaya, Ketua Bhayangkari Polda Babel, Ketua Adhyaksa Dharmakarini Babel, Pejabat Administrator Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel.

Selain itu, juga hadir Bunda Literasi Kabupaten/Kota Se-Babel, Kepala DKPUS dan Penggiat Literasi Kabupaten/Kota Se-Babel, serta unsur terkait lainnya.

Sebelum dikukuhkan, acara diawali dengan penyambutan kedatangan Sekda berserta Bunda Literasi yang dilakukan dengan pengalungan batik sal oleh Kabid Pelestarian Naskah Kuno dan Koleksi Nasional DKPUS Babel Dr Mirdayati, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Himne Perpustakaan bersama-sama.

Sekda Naziarto dalam arahannya menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel siap mendukung kegiatan-kegiatan Bunda Literasi.

Disamping itu, Sekda  menyarankan kepada Bunda Literasi Babel yang telah dikukuhkan agar melaksanakan sinergitas baik terhadap Pemprov Babel itu sendiri maupun instansi terkait di tingkatkan Kabupaten/Kota.

Kepada Bunda Literasi, Sekda Babel Naziarto juga menyampaikan sejumlah pesan. Pertama, Bunda Literasi harus mampu menjadikan dirinya sebagai seorang motivator, dimulai dari dalam keluarga hingga masyarakat luas.

Kedua, Bunda Literasi harus mampu menjadi motivator, bagaimana minat baca mulai dari lingkungan keluarga bisa meningkatkan. Ketiga, Bunda Literasi harus menjadi fasilitator, bagaimana hubungan antara Pemda dengan masyarakatnya, dalam hal minat baca.

Poin keempat, diungkapkan Sekda Babel, Bunda Literasi harus mampu menjadi mediator, seperti melakukan sosialisasi berkenaan dengan minat dan gemar baca ini kepada masyarakat di daerah-daerah.

Kelima, Bunda Literasi Provinsi Babel harus mampu melakukan koordinasi, kolborasi, dan sinergitas. “Apalagi tadi sudah ditandatangani nota kesepahaman antara Bunda Literasi Provinsi Babel bersama Bunda Literasi Kabupaten/Kota,” ujar Sekda.

Bunda Litersi, sambung Sekda, juga harus mampu membangun komunikasi yang efektif. Jika itu sudah dilaksanakan, maka apa yang dilakukan akan benar dan baik.

 

Galakkan Kembali Gemar Membaca

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Sri Rahayu Mulya Naziarto usai dikukuhkan mengatakan, dirinya saat ini akan mengapanyekan kembali gemar membaca, dengan cara kolaborasi dengan kabupaten/kota.

“Salah satunya kita usahakan di lingkungan sekitar mengaktifkan kembali Pojok Baca yang ada, agar masyarakat dapat menerima informasi yang jelas dan melahirkan kembali minat baca,” ungkapnya.

Karena, menurut dunia, secara umum di Indonesia mint baca masyarakat masih rendah. “Kita memiliki perpustakaan yang banyak, tetapi minat baca kita masih rendah. Makanya kita perlu galakkan kembali minat baca di lingkungan kita,” tegasnya.

Sumber: 
DKPUS Babel
Penulis: 
Ahmad
Fotografer: 
Ahmad
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
DKPUS