PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel terus memberikan dukungan terhadap implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang merupakan Program Strategis Perpustakaan Nasional RI.
Salah satu wujud dukungan itu dengan menyelenggarakan Sosialisasi Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP-TK) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis inklusi Sosial (TPBIS) reflikasi mandiri 2023.
Sosialisasi yang dibuka oleh Kepala DKPUS Provinsi Babel, Rakhmadi Senin (21/8/2023) itu, diikuti 20 pemangku jabatan dalam hal ini Kepala Desa/Lurah, dan Pengelola Perpus Desa/Kelurahan di Babel selaku penerima manfaat Program TPBIS reflikasi mandiri Provinsi Babel Tahun 2023.
Mereka diberikan pemahaman berkaitan dengan persoalan bagaimana strategi mengimplementasikan Program TPBIS, dengan narasumber diantaranya Runi Alcitra Amalia selaku Master Trainer Nasional.
Runi mengatakan, ada tiga strategi yang harus dilakukan oleh pengelola perpustakaan desa/kelurahan dalam mengimplementasikan Program TPBIS ini, yaitu strategi peningkatan layanan informasi dan TIK, pelibatan Masyarakat sesuai kebutuhan, serta advokasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Menurut Pustakawan Ahli Madya itu, dengan reflikasi mandiri yang dilakukan, membuktikan komitmen Bangka Belitung untuk mengimplementasikan Program TPBIS yang berkelanjutan.
“Harapan kita melalui reflikasi mandiri Program TPBIS ini, program bisa berjalan dengan baik dan didukung oleh desa/kelurahan, didampingi DKPUS Kabupaten/Kota masing-masing,” ujar Runi.
Master Trainer Nasional itu menyebutkan, reflikasi madiri kali ini merupakan tahun ketiga. Tahun ke satu dilakukan 2021 menghadirkan 34 desa, tahun kedua 2022 menghadirkan 21 Desa, dan tahun ketiga di 2023 dihadiri 20 desa/kelurahan.
“Sosialisasi ini, kami lakukan sebagai kegiatan awal sebelum dilakukan Bimtek pada 22-23 Agustus 2023. Jadi, peserta diberi pemahaman dulu. Harapan kami, Kades/Lurah yang hadir mendukung dengan memberikan anggaran khusus untuk TPBIS,” harap Runi.
Kegiatan Soalisasi tersebut mendapatkan respon positif dari pemangku kepentingan maupun pengelola perpustakaan desa/kelurahan selaku penerima manfaat Program TPBIS. Mereka antusias bertanya maupun merespon pertanyaan yang dilontarkan narasumber.