PANGKALPINANG – Kepala DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rakhmadi membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan dan Pustakawan bagi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) mulai dari SMA, SMK dan MA Provinsi Babel tahun 2023.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Lantai III Gedung Layanan Perpustakaan (GLP) Babel, Selasa (28/11/2023) itu, diikuti 155 peserta, terdiri dari 55 hadir secara onsite, dan 100 peserta hadir secara online.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu, menghadirkan Mujiani, Pustakawan Utama Perpusnas RI, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, Runi Alcitra Amalia, Pustakawan Madya selaku narasumber.

Pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengelola perpustakaan sekolah itu, turut dihadiri Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Babel, Abu Hapas, sejumlah Pustakawan DKPUS, dan peserta peningkatan kapasitas perpustakaan.

Rakhmadi, Kepala DKPUS Babel dalam arahannya mengingatkan kepada para pengelola perpustakaan sekolah di tingkat SMA/SMK/MA agar tidak membiarkan perpustakaan yang ada di sekolah masing-masing, terutama dalam hal pemanfaatannya.

Karena keberadaan perpustakaan sekolah itu wajib, dan pemanfaatannya tidak hanya bagi lingkungan internal sekolah, namun juga bagi Masyarakat sekitar sekolah.

“Dalam satu minggu bagi sekolah itu ada satu hari libur, dan itu bisa manfaatkan sekolah untuk membuka layanan perpustakaan bagi masyarakat. Kita harus perangi kebodohan lewat literasi,” ujar Rakhmadi.

Perpustakaan sekolah, ditegaskannya, harus membuka diri untuk masyarakat umum. Termasuk membantu Perpustakaan Desa. Karena, Perpustakaan Desa memiliki keterbatasan tenaga pustakawannya.

Oleh karena itu, Rakhmadi mendorong perpustakaan sekolah tingkat SMA/SMK/MA ini, standar layanannya harus diperbaiki. “Kami berharap perpustakaan sekolah tingkat SMA/SMK/MA, tahun depan bisa terakreditasi,” harap Kepala DKPUS Rakhmadi.

Untuk mendukung percepatan peningkatan standar layanan perpustakaan itu, Rakhmadi menyarankan agar pihak sekolah bersama pengelola perpustakaannya untuk terus melakukan studi komparatif.

“Jangan hanya melihat dinding sekolah sendirinya, namun sekolah-sekolah harus banyak melakukan studi ke sekolah lain yang standarnya sudah bagus,” saran Rakhmadi.

Sebelumnya, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Babel, Abu Hapas dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan, pertama, menyamakan persepsi para pengelola perpustakaan dalam menyelenggarakan perpustakaan sekolah yang sesuai dengan standar nasional perpustakaan.

Tujuan kedua, meningkatkan kompetensi SDM tenaga perpustakaan sebagai pengelola perpustakaan sekolah. Ketiga, memberdayakan tenaga perpustakaan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sekolah. Keempat, mewujudkan layanan prima kepada para pemustaka dalam rangka menumbuhkan minat baca Masyarakat.