DKPUSBABEL, PANGKALPINANG - Setelah menjadi juara 1 pada tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Perpustakaan Desa Cendil Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berkesempatan memberikan paparan di hadapan Tim Juri Perpusnas RI untuk penilaian maju ke 5 besar tingkat nasional Selasa (24/8/2021).
Acara yang dilaksanakan secara virtual ini, dihadiri pejabat daerah Kabupaten Belitung Timur dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel Rakhmadi beserta jajarannya.
Bupati Beltim diwakili Asisten II Bidang Pembangunan Setda Beltim Haidir Luthfi menyampaikan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Belitung atas pencapaian Perpustakaan Desa Cendil.
Menurutnya, penilaian ini dapat memberikan inspirasi dan membawa perubahan yang baik dan lebih maju untuk Desa Cendil.
"Semoga Perpustakaan Desa Cendil dapat menjadi Role Model dalam standarisasi perpusdes yang bermutu dan berkualitas bagi perpustakaan desa lain di Beltim," harap Haidir Luthfi.
Sebelumnya Rakhmadi berharap Perpusdes Cendil dalam Lomba Tingkat Nasional kali ini bisa masuk ke 5 besar terlebih dahulu, sebelum penentuan Juara I nasional.
“Mudah-mudahan Perpusdes Cendil pada Lomba 24 Agustus nanti bisa masuk 5 besar nasional, sebelum penentuan juara I,” harap Rakhmadi.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Cendil Eka Ria Lestari dalam presentasinya selama 15 menit memperlihatkan video pendek Library Tour Perpustakaan Cendil di Beltim dan menjawab pertanyaan dari Tim Juri Perpusnas RI dengan sebaik mungkin.
Usai paparan, salah satu Juri Lomba Nasional mengapresiasi inovasi-inovasi Perpustakaan Desa Cendil yang tidak diragukan lagi, bahkan bagus. Hanya yang diperhatikan dari jumlah kolekdi buku-buku yang ada di Perpustakaan tersebut.
Lomba Perpusdes tingkat Nasional ini terdiri dari 3 tahap, dimana Perpusdes Cendil sekarang berada pada tahap 15 besar menuju 5 besar. Dari 5 besar tersebut selanjutnya akan dipilih 1 Pemenang.
Terpisah, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS, Abu Hapas mengatakan, Tim Juri Perpusnas RI akan menilai dari paparan 15 menit tersebut, dan selanjutnya akan kroscek bukti fisik yang telah dikirimkan.
"Akan di periksa lagi kecocokan antara bukti fisik dengan keadaan di Perpusdes tersebut apakah sinkron atau tidak," ujar Abu Hapas.
Selanjutnya apabila masih terdapat kekurangan dan perbaikan, DKPUS Provinsi Babel akan kembali mengontrol dan mengawasi Perpusdes tersebut agar lebih baik lagi.(rel/aliyah).