PANGKALPINANG – Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali melakukan sosialisasi berkenaan dengan literasi.

Melalui Dialog Interaktif yang diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi Babel di Studio Mini RRI lantai empat Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Kamis (10/11/2022), Bunda Literasi Babel Sri Rahayu Mulya Naziarto mengajak masyarakat membangun literasi yang dimulai dari keluarga.  

Menurut Sri Naziarto atau yang akrab disapa bunda Lili, keluarga dalam hal ini orang tua (ortu) punya nadil sangat penting dalam membangun dan mengembangkan literasi keluarga.

“Literasi itu tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung, namun juga bagaimana dalam membentuk karakter anak-anak. Ingat! anak-anak inikan asset bangsa. Inilah tugas salah satu bunda literasi secara tidak langsung. Jadi, literasi itu kita mulai rumah,” ujar Bunda Lili.

Rumah, dikatakan Bunda Lili, merupakan bagian dari tiga pilar yang berperan dalam pendidikan terhadap anak, selain sekolah rumah dan lingkungan (masyarakat).

Keluarga dalam hal ini orang tua baik Ibu maupun Ayah, ditekankan Bunda Lili, punya andil sangat besar bagaimana bisa membuat anak mau membaca.

Orang tua harus berperan mengajarkan literasi kepada anak-anaknya, dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya mengenalkan kepada anak tentang buku dan membaca melalui buku-buku cerita bergambar.

“Dari buku cerita dan menarik itu, anak akan tertarik untuk membaca atau mendengarkan cerita. Tentunya buku cerita dengan gambar-gambar menarik pula,” ujar Bunda Lili.

Dari keluarga harus mulai kita galakkan membaca. Jalinlah, saran Bunda Lili, komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak. Ajak bicara anak-anak.

Bagi orang tua yang sibuk kerja, tetap luangkan waktu untuk membangun komunikasi dalam rangka membangun literasi dari dalam keluarga.

“Yang perlu diperhatikan betul, orang harus mampu mengajarkan anak-anaknya untuk membaca buku secara konsisten atau berkelanjutan. Untuk jumlah jam membaca tidak perlu ditentukan berapa lama, yang penting konsisten,” tegasnya.

Walaupun hanya lima menit atau lebih, sambung Bunda Lili, yang penting tiap hari mau lima menit atau lebih, yang penting konsisten.

Satu hal yang jangan terlupakan juga oleh para orang tua, kata Bunda Lili, orang tua harus menjauhkan gadget dari anak-anaknya. “Mulailah kita mengontrol diri dari dalam diri kita,” seru Bunda Lili.

Diungkapkan Bunda Lili, dalam literasi tidak hanya dibutuhkan peran seorang ibu, namun seorang bapak juga. Jadi kita butuh semua lini untuk menggerakkan literasi ini.

Perlu diingat juga, ditambahkannya, jika ada masyarakat yang ingin menikah, bekeluarga, agar siap menjadi orang tua.

Terkait hal di atas, ke depan, kata Bunda Lili, melalui program-program Bunda Literasi Babel akan berkolaborasi dengan Kantor Bahasa, Bunda Literasi Kabupaten/Kota, dan unsur terkait lainnya.

 

Pembinaan Komunitas Literasi

Sementara itu, Muhammad Arsyad Kepala Kantor Bahasa Babel mengatakan, Kantor Bahasa Babel memiliki program literasi.

“Ada beberapa program yang dilaksanakan, yakni Pertama, pembinaan komunitas literasi. Saat ini, di Babel tercatat ada 20 komunitas literasi yang ditindaklanjuti dengan bimtek literasi.

Kedua, pembinaan pemuda Babel melalui duta bahasa. Mereka inilah jadi penggerak literasi yang dirancang di Babel.

Ketiga, kemah literasi. Didalamnya diberikan kegiatan dalam literasi. “Kami ingin literasi tidak hanya pada kaum muda, tapi masyarakat. Makanya kami undang Bunda Literasi Babel untuk berbagi pengetahuan tentang literasi di Babel,” terangnya.

Kantor bahasa akan siapkan video-video pembelajaran bagi anak. Ini utk menarik minat siswa utk membaca.

Kepala DPK Bangka Hj Etik mengatakan, kalau mau mengajak anak membaca, selaku orang tua harus membaca sebagai contoh kepada anak.

Disamping itu, orang tua harus bisa mengatur waktu bagi anak-anaknya untuk membaca buku.