PANGKALPINANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rabu (23/11/2022) siang dikunjungi Tim Evaluasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Kedatangan rombongan ANRI yang di pimpin Dewi Santi Andriani di Kantor DKPUS Babel itu, diterima Kepala DKPUS Babel Rakhmadi diwakili Kabid Pengelolaan Arsip Daerah DKPUS Babel Doni bersama sejumlah sub koordinator dan arsiparis DKPUS Babel.
Koordinator Tim ANRI, Dewi Santi Andriani dalam dialog mengatakan, kunjungan Tim ANRI ke DKPUS Babel ini, merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan prioritas pemerintah. Untuk di Babel salah satu berupa Aplikasi SRIKANDI.
“Kami ingin mengetahui di Pemprov Babel ini sejauh mana implementasi SRIKANDI-nya. Karena yang kami dengar dari Pembina di kearsipan II ANRI, implementasi SRIKANDI Pemprov Babel melalui DKPUS Babel itu sudah jalanm,” ujar Dewi.
Jadi, pihaknya ingin melakukan pembuktian. “Selain pembuktian, kami juga ingin tahu kendala atau persoalan apa. Kami juga menggali masukan-masukan. Karena, kami juga sudah berkunjung ke daerah lain, memang masalahnya selain mindset dari pelaksanaannya, juga masalah jaringan,” katanya.
“Kami juga ingin tahu apakah ada campur tangan dari Bappeda untuk mendukung terkait kearsipan ini. Karena sebelum ke DKPUS, kami sudah berkunjung ke Bappeda. Kami juga telah melihat di setiap daerah selalu mengeluh, anggaran yang diterima kearsipan dibandingkan dengan urusan lainnya jauh bedanya,” beber Dewi.
Dari kunjungan ke Pemprov Babel, Tim Unit Evaluasi dan Pelaporan ANRI, lanjut Dewi, akan memberikan masukan ke ANRI bahwa dari daerah itu pinginnya apa.
Menanggapi hal itu, Kabid Pengelolaan Arsip Daerah DKPUS Babel Doni Golput mengucapkan atas kunjungan Tim ANRI ke DKPUS Babel.
Dihadapan Tim ANRI, Kabid Pengelolaan Arsip Daerah DKPUS Babel menyampaikan sejumlah kendala yang saat ini masih dihadapi bidang kearsipan DKPUS Babel.
“Sampai sekarang kami Gedung kantor dan Depo Arsip belum punya. Kami masih numpang kantor dan depo di Eks Kantor Gubernur Babel yang saat ini menjadi cagar budaya,” sebut Doni.
Selain itu, bidang kearsipan juga belum memiliki sarana prasarana pendukung untuk pelaksanaan kegiatan bidang kearsipan.
Oleh karena itu, Doni Golput mengharapkan kepada Tim ANRI agar ANRI dapat membantu pembangunan Gedung Depo Arsip Babel. Begitu pula dengan sarana dan prasarana penunjang lainnya melalui dana DAK atau dekon.
“Walaupun kami masih sangat minim anggaran dan sarana prasarana pendukung kinerja seperti laptop, komputer, dan penunjang lainnya, namun kami pegawai bidang kearsipan tetap berusaha semaksimal mungkin agar program kegiatan bidang kearsipan tetap jalan. Misalnya kegiatan pengawasan internal dan eksternal, dengan anggaran sangat kecil, kami tetap melaksanakannya,” cerita Doni.
Dewi Santi Andriani selaku Koordinator Tim ANRI mengapresiasi bidang kearsipan di DKPUS Babel, ternyata tanpa anggaran pun bisa melaksanakan kegiatan pengawasan.
Hanya saja berkenaan dengan adanya harapan bantuan DAK fisik untuk pembangunan Gedung Depo Arsip, Dewi secara tegas menyampaikan kalau dana dekon di ANRI yang ada untuk kegiatan belanja barang, bukan belanja modal seperti fisik Gedung.
“Dana dekon itu bisa mendukung untuk kegiatan seperti pengawasan kearsipan. Jadi, pada tahun 2024 Babel berpeluang mendapatkan dana dekon kearsipan itu. Dana dekon inikan seluruh provinsi dapat, hanya saja beda besarannya, sesuai wilayah geografisnya. Untuk Babel peluangnya pertama ini, lebih ke pengembangan SDM-nya dulu,” ujar Dewi.
Untuk Gedung kantor dan depo Arsip, mudah-mudahan, diharapkan Dewi, pimpinan daerah menyetujui anggaran pembangunanya melalui APBD, termasuk sarana prasarananya.