DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Tim Juri Lomba Perpustakaan Umum (Desa/Kelurahan) Terbaik Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun 2021 dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel memberikan apresiasi atas semangat Perpustakaan “ETIKA” Kelurahan Bukit Merapin, Kota Pangkalpinan.

Hal itu disebabkan, dengan sejumlah keterbatasan yang dimiliki, namun Pemerintah Kelurahan Bukit Merapin mampu mengikutsertakan Perpustakaan “ETIKA” untuk menjadi peserta Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Tahun 2021.

“Setelah kami melakukan penilaian, Perpustakan “ETIKA” Kelurahan Bukit Merapin Pangkalpinang ini sudah banyak kemajuan dibandingkan dari sebelumnya. Dengan segala keterbatasannya mereka mampu memperlihatkan semangat dan mempersiapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai peserta Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi,” ujar Danuar, usai Penilaian Lomba di Perpustakaan “ETIKA” Kelurahan Bukit Merapin Pangkalpinang, Jumat (4/6/2021).

Didampingi Runi dan Diah, Tim Juri Lomba lainnya, Danuar memberikan masukan kepada Perpustakaan Kelurahan Bukit Merapin agar memperbanyak kerja sama dengan lembaga lain, dan memperbanyak  melibatkan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan di Perpustakaan Bukit Merapin.

Perpustakaan “ETIKA” Kelurahan Bukit Merapin diharapkan pula, mampu menjadi motivator bagi Perpustakaan di Kelurahan-kelurahan lain di Pangkalpinang.

Kepala DKPUS Babel Rakhmadi diwakili Padli selaku Pustakawan Madya DKPUS Babel dalam kesempatan itu mengatakan, penilaian ke Perpustakaan Kelurahan Bukit Merapin ini, merupakan peserta yang ke enam.

“Masalah juara bukan suatu persoalan utama, tapi yang paling penting ini merupakan awal untuk mengembangkan  Perpustakaan Bukit Merapin ini. Yang tadinya kita tidak tahu kekurangan kita, mudah-mudahan ke depan akan jadi tahu, sehingga berusaha memperbaikinya,” kata Padli.

Ucapan terima kasih juga mengungkapkan Padli kepada Lurah Bukit Merapin yang telah berupaya semaksimal mungkin bagaimana caranya untuk mengembangkan Perpustakaan Kelurahan Bukit Merapin supaya lebih baik lagi.

Pada kesempatan sama Lurah Bukit Merapin, Yesi Hervina menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan yang ada. “Memang saat ini, Perpustakaan “Etika” Bukit Merapin masih mengalami keterbatasan fasilitas. Namun, dengan keterbatasan itu, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan yang terbaik dalam Lomba ini,” ucapnya.

Pada prinsifnya, ditegaskan dia, lomba ini adalah langkah menuju yang terbaik. “Dengan ikut lomba ini, kami tahu apa yang menjadi kekurangan kami, untuk selanjutnya kami perbaiki. Ke depan kami mengusahakan untuk menganggarkan  ke anggaran kelurahan,” ungkap Yesi.

Yesi menambahkan, dalam Lomba ini, pihaknya juga menampilkan sejumlah produk kreativitas masyarakat Bukit Merapin dibawah binaan Perpustakaan “ETIKA” Kelurahan Bukit Merapin Pangkalpinang.

Produk-produk hasil kerja sama dengan Ibu-ibu PKK di Perpustakan Bukit Merapin itu, diantaranya ada jeruk kunci untuk minuman tradisional, praktek bikin kretek, rajut dan beberapa produk lainnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang, Agusfendi mengemukakan, Pangkalpinang memang harus segera berbenah berkenaan dengan perpustakaan ini.

“Tidak banyak perpustakaan yang kita punyai di kelurahan. Kita nanti ingin mengangkat kelurahan tematik tentang perpustakaan ini. Kalau dia banyak industri rumah tangga, kerajinan, maka tema inklusi sosialnya tentang kerajinan. Kalau nanti perpustakaannya ada di wilayah nelayan, maka tema perpustakaannya hasil laut,” jelasnya.

Agusfendi menyadari kondisi kekurangan yang ada. “Saya mengapresiasi Ibu Lurah Bukit Merapin, meski dengan kekurangan, tapi kami melihat semangatnya. Ia ingin kelurahannya maju,” tutur Agusfendi.

“Persoalan bukan juara atau tidak juara, tapi setidak-tidaknya Kelurahan Bukit Pangkalpinang telah berpartisipasi,” tegasnya.

Dari Lomba ini, sambung Agusfendi, akan dievaluasi, kalau ada kekurangan dibenahi. “Yang kita harapkan nanti ada semacam rekomendasi atau apa, sebagai laporan kami kepada pemerintah kota, bagaimana pengembangan perpustakaan kota ke depan lebih maju,” tutup dia.