DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Hingga saat ini, masih banyak pengelola perpustakaan yang minim pengetahuan pengelolaan perpustakaan, bahkan bukan berlatar belakang ilmu pengetahuan di bidang perpustakaan.
Atas dasar itulah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) “Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi (SPP-TIK) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial”.
Bimtek yang diperuntukkan bagi 50 orang pengelola perpustakaan desa (Perpusdes) se-Babel, dengan pamateri dari PT Timah, Bank Indonesia, Pustakawan DKPUS Babel itu, berlangsung di Gedung Batu Rakit Rumah Dinas Gubernur Babel, Selasa (26/10/2021), dan dibuka Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mewakili Sekda Babel Naziarto.
Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mewakili Sekda Babel Naziarto mengatakan, bimtek ini merupakan strategi pengembangan perpustakaan yang didalamnya terdapat Teknologi Informasi Komunikasi.
Para peserta Bimtek hari ini, dikatakannya, merupakan ujung tombak, karena berperan sebagai pengelola perpustakaan dan pelayan publik, sehingga mindset pun harus banyak diberi ilmu yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
"Dengan kemajuan teknologi informasi, dunia teknologi seper sekian detik dapat di akses, karena tiap orang sekarang sudah memiliki teknologi seperti telepon genggam atau android," ujarnya
Bimtek kali ini, lanjut Rakhmadi, diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi informasi dan Komunikasi, memperkuat peran dan fungsi perpustakaan desa agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat desa.
Selain itu, juga meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan, motivasi masyarakat dan meningkatkan kompetensi serta profesional Pustakawan berbasis inklusi sosial.
Usai Bimtek ini, dan kembali tempat masing-masing, para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat selama masa Bimtek.