PANGKALPINANG - Dilatarbelakangi perpustakaan berbasis inklusi sosial, transformasi yang ingin mengubah kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat sebagai pengguna perpustakaan,
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memberikan pemahaman bagaimana strategi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) kepada Pustakawan atau Pengelola Perpustakaan dari 18 desa di 7 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Bangka Belitung.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Selasa (14/6/2022) itu, dikemas melalui Sosialisasi Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi Tahun 2022.
Kepala DKPUS Babel Rakhmadi saat membuka membuka sekaligus selaku narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan, pada tahun 2022, Provinsi Bangka Belitung melaksanakan replikasi desa mandiri melalui kegiatan sosialisasi program TPBIS.
Apa yang dilakukan itu, dijelaskannya, bertujuan untuk kebijakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam upaya meningkatkan literasi informasi berbasis TIK dan memperkuat peran serta fungsi perpustakaan.
“Melalui program transformasi perpustakaan, diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rakhmadi.
Peserta diharapkan Rakhmadi, dapat mengimplementasikan program TIK melalui kegiatan perpustaaan di tempatnya masing- masing.
Kegiatan sehari tersebut, bersinergi dengan Bank Indonesia, Perpustakaan Nasional RI ,dan master trainee sebagai narasumber yang hadir untuk memberikan pemahaman kepada para pustakawan mengenai pentingnya literasi melalui transformasi perpustakaan untuk pembangunan manusia.
Selain itu, kegiatan itu dilakukan sebagai wadah memberikan pengetahuan tentang konsep dan strategi pengembangan perpustakaan dengan meningkatkan layanan informasi, pelibatan masyarakat dan advokasi.