PANGKALPINANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini mulai menjadi tempat kunjungan sejumlah pihak untuk melakukan pembelajaran.
Satu diantaranya, adalah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).
Kunjungan rombongan DPK Bateng pada Jumat (15/12/2023) yang di pimpin Sekretaris DPK Bateng, Erik Frisco tersebut, diterima Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno, Mirdayati mewakili Kepala DKPUS Babel, Rakhmadi.
Selain itu, turut serta menyambut kedatangan rombongan DKP Bateng, Kabid Perlindungan dan Penyelamatan Arsip DKPUS, Yanti, Subkor Pelestarian Naskah Kuno, Subkor Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip DKPUS, sejumlah Pustakawan dan Arsiparis DKPUS Babel.
Erik, mengucapkan terima kasih atas sambutan DKPUS terhadap mereka. Ia mengatakan, kunjungan mereka ini terbagi dalam tiga tim, pertama mencari mempelajari tentang naskah kuno dan etnis budaya. Kedua, tentang rencana kerja dan rencanana startegis DKPUS untuk tahun 2024 dan jangka 5 tahun ke depan.
Ketiga, lanjut dia, mempelajari tentang kearsipan, dalam hal ini berkenaan dengan Pemusnahan Arsip.
Tina Miranda, Subkor Sarana dan Prasarana Perpustakaan DKP Bateng menambahkan, khususnya berkaitan dengan naskah kuno dan budaya etnis, pihaknya ingin mengetahui secara teknis bagaimana program yang telah diterapkan DKPUS Babel.
“Kami ingin tahu apa saja kriteria naskah kuno, budaya etnis, dan bagaimana penganggarannya. Apalagi tahun depan DKP Bateng telah memiliki Gedung Layanan Perpustakaan yang representatif, yang didalam juga ada ruangan khususnya untuk naskah kuno dan budaya etnis,” ujarnya.
Pihaknya juga berharap, kedepan bisa dlibatkan oleh DKPUS Babel jika ada study komparatif ke luar Babel, berkenaan dengan naskah kuno dan budaya etnis ini.
Sementara itu, Mirdayati Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno menyambut positif kunjungan rombongan DKP Bateng ini.
“Kami senang jika DKP Bateng ingin mempelajari apa-apa yang menjadi program kami, terutama berkenaan dengan naskah kuno dan budaya etnis ini,” ungkapnya.
Meski masih baru, kata Mirda, namun Bidang Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno DKPUS sudah melaksanakan kegiatan salah satunya penelusuran naskah kuno dan budaya etnis sejak tahun 2022 lalu.
“Kami juga masih terus belajar ke Provinsi lain di Indonesia yang kami anggap pelaksanaan program naskah kuno dan budaya etnisnya telah berjalan bagus. Diantaranya ke Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.