PANGKALPINANG – Sebagai langkah untuk menghemat sekaligus efektvitas penggunaan anggaran dekon yang diterima oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kepala DKPUS Babel Rakhmadi kembali membuat terbosan baru.
Salah satunya adalah mengarahkan pendataan Perpustakaan Desa di Babel melalui aplikasi. “Menurut saya, berkenaan dengan pendataan, saat ini kan zamannya sudah canggih. Kita tidak perlu lagi banyak membuang waktu ke lapangan hanya untuk mencari data. Sekarang kita cukup membangun komunikasi dengan membuat aplikasi sederhana untuk kabupaten, apa yang kita butuhkan,” ujar Rakhmadi saat memberikan pengarahan dalam Rapat Tim Pelaksanaan Dana Dekon DKPUS bidang Perpustakaan Tahun 2022, di Ruang Rapat DKPUS Babel, Senin (21/3/2022).
Rakhmadi mencontohkan, seperti waktu dirinya masih di Dinas Perkim, ada pendataan tentang perumahan. “Jadi, kita hanya melihat di kecamatan A di desa ada berapa yang sudah memiliki perpustakaan desa,” katanya.
“Dengan kecanggihan teknologi, melalui aplikasi sederhana, masalah pendataan bisa selesai, tidak perlu mengeluarkan banyak anggaran. Lebih baik kalau anggaran data itu digunakan untuk pembuaatan aplikasi tersebut,” tegas Rakhmadi.
Apalagi sekarang ini kan, masih kata Rakhmadi, pekerjaan otonomi daerah itu sudah jelas, mana kewenangan kabupaten, mana provinsi. “Makanya kita provinsi tinggal membangun link melalui aplikasi itu,” tandasnya.
Justeru, menurut Kepala DKPUS Babel Rakhmadi lagi, didalam pengembangan jabatan fungsional pustakawan, penting, harus banyak diklat-diklat yang memfungsikan mereka untuk menaikan komptensinya. Karena kebutuhan akan knowledge, skill dan sebagainya itu hanya didapat melalui diklat.
Rapat Tim Dana Dekon DKPUS Bidang Perpustakaan 2022 itu, turut dihadiri Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno DKPUS Babel Mirdayati, sejumlah Pejabat Pustakawan dan Pelaksana.