JAKARTA – Studi Komparatif Perpustakaan yang diselnggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bagi Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK/MA se-Babel membawa hasil yang memuaskan.
Salah satu “Kado” istimewa yang dibawa pulang dari Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMAN 70 Jakarta pada Selasa (8/8/2023), oleh para Kepsek SMA/SMK/MA se-Babel itu adalah trik menjadi Juara Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional.
Zulmartin, Kepala Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA 70 Jakarta dihadapan serratus lebih Kepsek SMA/SMK/MA se-Bangka Belitung, untuk menjadikan perpustakaan sekolah lebih berkualitas dari sisi layanannya, banyak hal yang harus dilakukan.
Hal itu, diungkapkannya, Perpustakaan diantaranya harus sudah memenuhi norma standar, missal koleksi perpustakaannya minimal berapa, tenaga perpustakaannya minimal ada yang S1 bidang perpustakaan, ada nomor pokok perpustakaan, telah terakreditasi A, dan prasarat lain yang telah ditentukan oleh Perpusnas RI.
“Namun hal penting yang perlu diingat, perpustakaan harus kreatif dan memiliki inovasi. Sehingga membuat unggul dan beda dengan perpustakaan lain,” kata Zulmartin, dihadapan Kepala DKPUS Babel Rakhmadi dan Kepsek SMA/SMK/MA se-Bangka Belitung di Aula SMAN 70 Jakarta.
Contohnya di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMAN 70 Jakarta, disebutkan Zulmartin, mampu meraih Juara I tingkat nasional dari Perpusnas RI pada tahun 2022 lalu, inovasi yang dipunya SMAN 70 Jakarta antara lain memiliki fasilitas bagi difabel atau pengunjung dengan keterbatasan fisik.
Kemudian, harus ada program jangka pendek, jangka menengah. Misal, katanya, mengoptimalkan kunjungan siswa, guru dan karyawan perpustakaan. Jangka panjangnya merealisasikan kualitas dan kuantitas buku yang dipinjam minimal 1000 judul buku per tahun.
Berikutnya, setiap ruangan di sekolah itu harus ada pojok baca. Ruang Kantin, Tata Usaha, ruang Guru, ruang Kepala Sekolah, dan semua ruang lainnya di sekolah termasuk area terbuka harus ada pojok literasi atau baca.
“Kami juga punya 24 kelompok kerja, pesertanya guru, orang tua dan siswa. Salah satu pokjanya adalah perpustakaan. Mereka yang menata perpustakaan menjadi lebih baik, lebih nyaman, lebih berkualitas dan lebih lainnya,” ungkap Zulmartin.
Fasilitas dimiliki Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMAN 7 Jakarta yang lain, diungkapkan Zulmartin lagi, telah memiliki 6200 judul, ada penyiangan, perawatan buku, 5 kelas gedung area perpustakaan, pelayanan, tenaga perpus 5 tenaga perpus termasuk S1 bidang perpustakaan, ada nomor pokok perpus.
“Perpus kami punya visi dan misi perpustakaan. Anggaran bos 5 persen minimal, Perpus kami akreditasi A. Jadi, sekolah dan perpustakaan akreditasinya harus seimbang. Kami mendapat legalitas dari Wali Kota. Kondisi ruangan perpus sejuk, enak, sehingga anak-anak jadi betah, menghimpun tulisan dari para siswa tentang siswa bersangkutan, membaca 5 menit setiap hari sebelum Pelajaran dimulai,” urainya.
Fasilitas lain yang ada di Perpustakaan SMAN 70 Jakarta, yakni ada ruang baca, ruang buku, ruang tamu, ruang diskusi, ruang audio visual, computer terkoneksi ke internet, punya studio mini, koleksi digital 6003 eksemplar, koleksi referensi 925 judul, koleksi khususnya.
“Perpustakaan kami juga punya bus layanan story telling, layanan literasi di halte-halte penunggu bus, membuat ekskul perpustakaan keliling bagi siswa. Tak kalah pentingnya juga harus ada dukungan dari Kepala Daerah baik Gubernur, Bupati, Wali Kota,” tutupnya.
Rafly Arsyad siswa perwakilan Majelis Permusyawaratan Kelas SMAN 70 Jakarta yang ikut masuk dalam Tim 15 SMAN 70 Jakarta kepada media ini juga menjelaskan, suksesnya raihan prestasi oleh Perpustakaan Ki Hajar Dewantara, salah satunya adalah dukungan mereka.
“Kami berperan memberikan motivasi dan ajakan kepada rekan-rekan sesama siswa yang ada di SMAN 70 untuk sering mengunjungi perpustakaan. Rekan-rekan kami yang lain juga kami ajak untuk berliterasi, tidak hanya membaca, namun juga bisa menyumbangkan tulisannya missal berupa cerpen, kemudian dikumpulkan di perpustakaan,” tutur Arsyad.
Rakhmadi, Kepala DKPUS Babel memberikan sanjungan kepada SMAN 70 Jakarta. Menurutnya, wajar SMA 70 Jakarta Juara I Nasional, setelah dirinya melihat langsung kondisi nyata Perpustakaan SMAN 70 Jakarta.
“Apa yang dilakukan oleh SMAN 70 Jakarta ini, patut kita bawa ke daerah kita Babel. Saya bangga dengan SMAN 70 Jakarta. Kami tidak salah belajar ke sekolah ini. Mudah-mudahan Babel ke depan bisa mengejar prestasi. Saya terus berusaha untuk mengembangkan Perpustakaan di Babel. Terima kasih Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMAN 70 Jakarta yang sudah berbagi trik menjadi juara kepada kami,” ucap Rakhmadi.