JAKARTA – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provisni Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkempatan memaparkan indeks Pembangunan literasi masyarakat (IPLM) dan Tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Babel dihadapan perwakilan Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Puspen Kemendagri RI).

Pemaparan yang dilakukan dalam kegiatan Asistensi Program Urusan Perpustakaan pada Rabu (5/6/2024) petang itu, berlangsung di Hotel Orchardz Jakarta Pusat, dan dihadiri Kepala Pusat Analisa Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI, Nurhadi Saputra, Adin Bondar Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpusnas RI, perwakilan Dinas Perpustakaan Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Rakhmadi mengatakan, pada tahun 2022 IPLM Babel sebesar 61,66, tahun 2023 ditarget 65 dan capaiannya 77,5, target tahun 2024 sebesar 69, dan target 2025 sebesar 77,5.

Sedangkan TGM Babel disebutkan Rakhmadi, pada tahun 2022 sebesar 63,08, tahun 2023 target 64 dan capaiannya 66,17, tahun 2024 ditarget sebesar 65, tahun 2025 ditarget 71,5.

“Alhamdulillah IPLM di Babel tiap tahun mengalami kenaikan di atas rata-rata nasional, yaitu 77,50, dan nilai TGM pada 2023 di angka 66,17. Target pada tahun 2025 sama atau melebi target nasional,” ungkap Rakhmadi.

Namun, kata Rakhmadi, pihaknya ada kekhawatiran dalam menargetkan nilai yang tinggi untuk IPLM dan TGM. Hal itu dikarenakan beberapa hal.

Pertama, kata Kepala DKPUS Rakhmadi, kondisi geografis masyarakat, sarana prasarana, Tingkat Pendidikan, mata pencaharian dan lainnya di tiap daerah yang berbeda-beda.

Masyarakat di Babel, disebutkannya, banyak bergantung pada hasil bumi seperti timah. Ketika harga timah turun, akan berpengaruh pada daya beli masyarakat, Tingkat Pendidikan, dan mata pencaharian.

Dua, beberapa indicator penilaian dan penyebaran kuesioner ke pemustaka untuk dijadikan sampling secara acak juga berpengaruh terhadap hasil akhir IPLM dan TGM.

Tiga, lanjut Rakhmadi, Gedung Layanan Perpustakaan belum memiliki fasilitasi memadai dari kelengkapan sarana prasarana dan jumlah koleksi buku yang masih kurang atau belum memiliki standar sebagai perpustakaan provinsi.

“Jumlah koleksi tercetak 14.741 judul dan 28.143 eksemplar, sedangkan jumlah koleksi E-Book 3111 judl/Eks. Idealnya perpustakaan provinsi memiliki 70.000 judul. Ketercukupan koleksi perpustakaan sebesar 57% dari standar dengan kekurangan koleksi sebanyak 1.298.090 judul,  dan tingkat kunjungan masyarakat hanya sebesar 10% dari standar dengan kekurangan sebanyak 26.932 pengunjung per hari,” jelas Rakhmadi.

Keempat, tingkat durasi baca perhari/perminggu, akses internet perhari/perminggu masih kurang di bawah rata-rata Nasional. Lima, Pencapaian layanan perpustakaan sebesar 76% dari Standar.

Keenam, disampaikan Kepala DKPUS Babel, pelaksanaan kegiatan- kegiatan di perpustakaan provinsi yang menunjang pengembangan literasi di Babel tiap tahun mengalami penurunan besaran anggaran.    

Sedangkan ketujuh, perlunya peningkatan sinergi, kerja sama, koordinasi, kekompakan dengan semua pihak dalam memajukan literasi di Babel, baik dengan semua OPD pemerintah, pihak swasta, BUMN, sekolah-sekolah, Kab/Kota, Desa/Kel, Perguruan tinggi, Komunitas, dan unsur-unsur lainnya.

Selain itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi dalam kesempatan sama juga memaparkan kegiatan-kegiatan urusan perpustakaan tahun 2023 dan saat ini.

Dalam paparan itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi turut didampingi Subkor Perencanaan DKPUS Babel.