PANGKALPINANG – Kepala DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rakhmadi menghadiri Pendampingan Persiapan Akreditasi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB) Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Dalam kegiatan di SLBN Sungailiat, Selasa (17/10/2023) itu, Kepala DKPUS Babel turut didampingi Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, serta sejumlah Pustakawan DKPUS Babel.

Kepala DKPUS Rakhmadi dihadapan Kepala SLBN Sungailiat, dan undangan yang hadir, mengingatkan sekolah untuk tidak takut di akreditasi.

“Kepada kepala sekolah dan pengelola perpustakaan, jangan takut untuk di akreditasi. kalau tidak dinilai, kita tidak akan tahu kekurangan kita, dan apa yang harus diperbaiki,” tegas Rakhmadi.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Ia berharap SLBN Sungailiat nanti mendapatkan nilai yang terbaik yang memenuhi standar nasional perpustakaan.

Dijelaskan Rakhmadi, Perpustakaan sejatinya telah menjadi unsur penting dalam pendidikan. Proses pendidikan formal maupun pendidikan non formal semuanya memerlukan perpustakaan untuk mendukung pendidikan yang berlangsung di dalamnya.

Perpustakaan sekolah, katanya, menjadikan sekolah sebagai pusat segala informasi yang berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar dan sebagai pusat integrasi segala kegiatan pendidikan dimana siswa, guru, staf, pustakawan serta seluruh masyarakat yang berada di lingkup sekolah bekerja sama dalam memperluas dan mempertinggi mutu pendidikan.

Keberadaan perpustakaan sekolah luar biasa atau biasa dikenal dengan sebutan SLB menjadi sarana penunjang bagi anak didik untuk belajar dengan menyediakan koleksi dan fasilitas yang memadai, agar memudahkan anak untuk memperoleh dan menggunakan informasi yang dibutuhkan.

Untuk menjamin perpustakaan memberikan layanan sesuai dengan standar nasional perpustakaan, maka perlu dilakukan proses penilaian objektif dan transparan terhadap layanan perpustakaan yang dikenal dengan akreditasi perpustakaan.

“Akreditasi menjadi salah satu tolak ukur, apakah perpustakaan sekolah yang merupakan jantung sekolah sudah memenuhi standar. Tidak hanya sesuai standar, perpustakaan sekolah juga harus nyaman, rapi, pengelola ramah sehingga anak-anak selalu ingin ke perpustakaan,” ungkapnya.

Akreditasi juga merupakan tolok ukur maju tidaknya atau baik buruknya perpustakaan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. setiap perpustakaan yang mengajukan akreditasi akan dinilai oleh tim asesor yang dibentuk oleh perpusnas ri.

Ada sembilan kategori penilaian yang dilakukan, antara lain koleksi, sarana dan prasarana layanan, tenaga, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi dan kreativitas, tingkat kegemaran membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan bagi perpustakaan sekolah dalam penilaian akreditasi, maka DKPUS Babel melakukan pembinaan dalam bentuk pendampingan persiapan penilaian akreditasi, agar sekolah yang akan dinilai memiliki gambaran, dan kesiapan dalam memenuhi semua persyaratan yang diperlukan.

Rakhmadi yakin, usaha SLBN tidak hanya sekadar untuk memenuhi standar, tetapi juga komitmen sekolah untuk memenuhi kualitas perpustakaan bagi anak-anak serta menjamin konsistensi kualitas perpustakaan itu.

“Terima kasih kepada Komisi I DPRD Babel, Bappeda Provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi dan Rektor UBB atau yang mewakili, telah hadir disini untuk memberikan support kepada sekolah,” ucapnya.

Begitu pula dengan Kabid Pembinaan dan Pengembangan  Perpustakaan  beserta tim DKPUS Babel yang telah mempersiapkan kegiatan ini.

Mengakhiri sambutannya, Kepala DKPUS Rakhmadi membacakan Puisi karya salah satu siswa SLBN Sungailiat.

Kepala SLBN Sungailiat, Warsih Sri Wahyuni mengucapkan terima kasih kepada Kepala DKPUS Babel bersama tim yang telah memberikan pendampingan persiapan akreditasi perpustakaan SLBN Sungailiat ini.