MANGGAR – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Babel terus melakukan berbagai terobosan bagaimana bisa meningkatkan kualitas layanan dibidang kearsipan.

Langkah salah satunya adalah melalui studi komparatif. Seperti pada Kamis (14/9/2023), Kepala DKPUS Kabupaten/Kota se-Babel diajak tiru Akuisisi dan Preservasi Arsip Statis ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Belitung Timur.

Studi tiru tersebut di pimpin langsung Kepala DKPUS Provinsi Babel, Rakhmadi, didampingi Kabid Pengelolaan Arsip Daerah DKPUS Babel Doni Golput beserta Tim Arsiparis DKPUS Babel.  

Kedatangan rombongan Kepala DKPUS se-Babel pada siang itu, diterima Kepala DPK Belitung Timur, Mudiarsono beserta jajaran bidang Kearsipan DPK Belitung Timur di Ruang Pertemuan Kantor DPK Belitung Timur.

Kepala DKPUS Babel Rakhmadi menyampaikan terima kasih kepada Kepala DPK Beltim yang telah menerima kunjungan studi konparatif ini.

“Kunjungan kami ini ingin mengetahui bagaimana DPK Beltim mengelola arsip negara ini sehingga bisa lebih baik dan maju. Karena kami tahu DPK Beltim pengelolaan arsip statisnya baik, dan mendapatkan yang terbaik pada tahun sebelumnya. Makanya dalam kunjungan ini kami mengikutsertakan para Kepala DKPUS Kabupaten/Kota yang ada di Pulau Bangka,” kata Rakhmadi.

Melalui kunjungan hari ini, Rakhmadi ingin mengajak Kepala DKPUS Kabupaten/Kota belajar bersama di Beltim, bagaimana merubah sikap jajaran pemerintahan di daerah masing-masing tentang Arsip ini, terutama berkenaan dengan Arsip Statis.

Beltim, kata Rakhmadi, untuk preservasi Arsip Statis yang kuratif sudah ada sarana prasarananya, sedangkan di provinsi baru secara preventif ada.

Untuk itu, tegas dia, melalui studi tiru ini, bisa meningkatkan nilai pengawasan Arsip di Kabupaten/Kota. “Karena, kalau nilai pengawasan Arsip di daerah kita naik, tentu akan berpengaruh pada Dana Alokasi Umum yang diterima dari pusat,” ujar Rakhmadi.

“Hari ini kita belajar bersama. Melalui kebersamaan ini, saya berharap suatu saat Babel, arsipnya terbaik se-Indonesia. Sebab saat ini untuk arsip daerah terbaik itu ada di Yogyakarat, diikuti Jawa Barat,” tutup Rakhmadi.

Kabid Pengelolaan Arsip Daerah DKPUS Babel Doni Golput menambahkan, saat ini sarana prasarana preservasi kuratif itu mahal. Ia mencontohkan ada yang Namanya Tisu Jepang berfungsi untuk meningkatkan umur arsip, per gulungnya mencapai harga Rp10 juta, dan itu bisa dipergunakan untuk 400 arsip.

“Jadi, bersama DKPUS Kabupaten/Kota di Pulau Bangka, kami ingin ketahui preservasi, pemahaman tentang Arsip Statis yang sudah lebih dulu dilakukan oleh DPK Beltim,” kata Kabid Pengelolaa Arsip Daerah DKPUS Babel, Doni Golput.

Sementara itu, Kepala DPK Beltim, Mudiarsono menerima senang hati pihaknya telah dikunjungi dan dijadikan tempat untuk berbagi pengalaman berkenaan dengan arsip statis ini dari DKPUS Provinsi dan Kabupaten/Kota.