PANGKALPINANG – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rakhmadi menjadi salah satu narasumber (narsum) dalam Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan SMA/MA Se-Babel, yang dilaksanakan secara daring, Selasa (21/6/2022).
Dalam kegiatan yang diikuti ratusan dari unsure Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota hingga pengelola perpustakaan SMA/MA Se-Babel itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi memaparkan tentang kebijakan DKPUS Babel terkait akreditasi perpustakaan.
Rakhmadi menjelaskan, akreditasi perpustakaan adalah rangkaian kegiatan proses pengakuan formal oleh lembaga akreditasi perpustakaan.
“Tujuan dilakukannya akreditasi perpustakaan adalah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat (pemustaka) terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensi kegiatan perpustakaan yang bersangkutan,” kata Rakhmadi.
Proses akreditasi perpustakaan, dikatakan Kepala DKPUS Rakhmadi, dibiayai Perpustakaan Nasional RI, difasilitasi oleh Perpustakaan Provinsi Umum Provinsi, dan Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota.
Untuk mencapai akreditasi, dijelaskan Rakhmadi, ada enam komponen standar yang harus dipenuhi, yaitu standar koleksi, penguat, sarana dan prasarana, layanan, tenaga, penyelenggaraan.
Ia menyebutkan, kegiatan akreditasi di Provinsi Bangka Belitung mulai dilaksanakan pada 2016 sampai sekarang. “Masa berlaku sertifikat akreditasi, untuk yang terakreditas A selama 5 tahun; sertifikat terakreditasi B berlaku 4 tahun; sertifikat terakreditasi C berlaku 3 tahun,” ungkap Rakhmadi.
Persentase capaian akreditasi perpustakaan SMA/SMK/MA sejak 2016 hingga 2021, disebutkan Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, yang terakreditasi A baru 4 persen, terakreditasi B sebesar 26 persen, terakreditasi C sebanyak 24 persen.
Kepala DKPUS Babel berharap adanya komitmen bersama agar Perpustakaan tidak stagnan, diantaranya dari para stakeholder.
“Mari kita komitmen bahwa masyarakat bisa mendapatkan pelayanan perpustakaan yang standar. Misalnya penjaga layanan harus ramah, menerapkan senyum, salam sapa; memiliki latar belakang perpustakaan, dan minimal pendidikan S1. Perpustakaan kita harus berkualitas dan maju,” ajak Rakhmadi.