PANGKALPINANG – Tepat di hari jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Belitung Paryanta menyumbangkan dua buku kepada Perpustakaan Provinsi (Perpusprov) Babel.
Buku judul “Bunga Tiga Literasi” ditulis Paryanta Kepala DPK Belitung bersama Nuraini Paryanta, dan Buku “Catatan Sejarah Terbentuknya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu, diserahkan langsung Paryanta kepada Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, tepat di hari jadi ke-22 Provinsi Babel, Senin (21/11/2022), di ruang kerja Kepala DKPUS Babel.
Paryanta mengatakan, buku judul “Bunga Tiga Literasi” ini tentang literasi perpustakaan dan literasi kearsipan. Didalam buku ini juga ada testimoni Kepala DKPUS Babel Rakhmadi.
“Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi koleksi di Perpustakaan Provinsi (Perpusprov). Ini adalah buku yang kedua saya,” sebutnya.
Ia mengimbau, di era sekarang tetap banyak membaca, dan syukur bisa menulis sebagai pengembangan literasi.
“Ke depan kita harus banyak literatur. Di era sekarang kita harus banyak masukan-masukan, informasi yang benar. Sekarang kan banyak berita-berita hoaks. Jika kita tidak punya sumber literasi yang baik, maka kita akan terjebak ke berita yang menyesatkan,” ujarnya.
Sedangkan buku yang satunya tentang sejarah terbentuknya Babel, mulai dari prosesnya para presidium merancang, kemudian ada piagam kesepakatan tanjung kelayang dari tiga dekade.
Sementara itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi menyebutkan DKPUS Babel masih masih membutuhkan bantuan buku, baik dari segi judul, maupun eksemplarnya.
Karena sampai hari ini perpustakaan provinsi belum mampu menyediakan buku untuk mencukupi sebagai standar didalam pengelolaan perpustakaan provinsi.
“Judul buku kita di perpustakaan provinsi saat baru sekitar 13.600, dan 27.800-an eksemplar. Ini memang jauh, target kita jumlahnya 70 ribu judul buku tersedia di perpustakaan provinsi,” ungkapnya.
Rakhmadi mengucapkan terima kasih atas penyerahan buku hasil karya pribadinya bersama istri untuk perpustakaan provinsi.
“Kita berharap kepada penulis-penulis yang ada baik di Belitung maupun di Pulau Bangka agar hasil-hasil karya tulisnya bisa diserahkan juga ke perpustakaan provinsi. Karena buku-buku ini bagian dari kita mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Melalui buku-buku yang ada di perpustakaan, membuat anak-anak di daerah ini menjadi mengerti, paham, dan manusia berkualitas bisa terwujud. “Ini adalah satu layanan kita membuat masyarakat menjadi cerdas,” tutup Rakhmadi.