BANGKA – Tim Perpustakaan Keliling Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Puslingprov) menggencarkan kegiatannya. Senin (13/3/2023), titik focus yang menjadi kunjungan adalah Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Kedatangan Tim Puslingprov diterima Kepala Desa Ashari dan Ketua BPD Desa Jada Bahrin Agus Salim.
Ashari Kepala Desa Jada Bahrin mengucapkan terima kasih kepada Pusplingprov yang telah mengunjungi desa Jada.
“Kedatangan Puslingprov Babel ini sebagai motivasi bagi warga desa kami, agar minta bacanya naik. Kami menyambut kegiatan ini. Mudah-mudahan juga bisa menjadi motivasi pengembangan perpustakaan desa kami,” harapnya.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan BPD setempat dalam mendukungan pengembangan perpustakaan desa.
“Harapan kami ke depan, dengan berkembangnya perpustakaan Desa Jada Bahrin, akan berdampak pada kualitas anak-anak dan warga kami, sehingga bisa mewakili event-event tingkat nasional mewakili Kabupaten Bangka,” ujar Ashari.
Ketua BPD Jada Agus Salim siap membantu memajukan perpustakaan di Desa Jada. “Kami siap mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan. Harapan kami dengan adanya perpustakaan ini, bisa memajukan daerah melalui kualitas dari anak-anak kami,” ungkapnya.
Perpustakaan Kabupaten maupun Provinsi diharapkannya bisa datang rutin ke Desa Jada untuk mendongkrak minat baca di Desa Jada.
Sebelum ke Desa Jada Bahrin, Tim Puslingprov yang dikoordinatori Zulkifli Pustakawan DKPUS Provinsi Babel terlebih mengunjungi SD 19 Desa Jada Barin.
Di Sekolah tersebut, siswa-siswinya terlihat sangat antusias membaca buku-buku yang ada di Puslingprov.
Sambangi SDIT Al-Mansyur Balun Ijuk
Selesai dari Desa Jada Bahrin, Tim Pusprov Babel juga menyambangi Lembaga Pendidikan Islam Al-Mansyur Desa Balun Ijuk
Tim Puslingprov disambut langsung Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al-Mansyur Balun Ijuk, Ali Muttaqin.
“Kami menyambut baik kunjungan puslingprov ini. Pengelolaan perpustakaan kami saat ini masih belum maksimal. Makanya perlu adanya arahan-arahan baik dari provinsi maupun kabupaten, untuk melakukan penjadwalan secara rutin kunjungan pusling,” harap dia.
Ia mengakui semangat membaca anak-anak saat ini sangat lemah. Makanya, kata dia, perlu dorongan agar minat baca itu berkembang.
“Kendala saat ini, memang kami belum punya pustakawan. Ke depan kami akan lakukan pelatihan yang pematerinya diisi dari perpustakaan provinsi,” harapnya lagi.
Pada tahun ajaran baru ini, Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al-Mansyur Balun Ijuk akan membuat perpustakaan permanen, lokasinya di lantai 3 Masjid area Al Mansyur.
Jadi, dikatakannya, anak-anak Al-Mansyur mulai dari PAUD, TK, SD bisa santai di Masjid sambil baca buku. “Buku-bukunya juga akan kita lengkapi, mulai dari buku umum, agama dan lainnya,” sebut Ustaz Ali.
Ali Muttaqin menyebutkan, saat ini anak-anak yang mengenyam pendidikan Al-Mansyur hampir mencapai 400 orang. “Untuk itu, kami akan melatih guru-guru berkenaan dengan literasi, sehingga mereka bisa menularkan ilmu-ilmunya ke siswa-siwi kita,” imbuhnya.