PANGKALPINANG - Di penghujung tahun 2020, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Pangkalpinang, kembali dikunjungi jajaran aparatur pemerintah desa.
Rombongan yang terdiri dari Kepala Desa (Kades), Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pengelola Perpustakaan Desa (Perpusdes) Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka itu, dalam rangka meminta petunjuk kepada Kepala DKPUS Babel beserta jajarannya, berkenaan dengan rencana akreditasi Perpusdes Rebo.
Kedatangan rombongan dari Desa Belo, Senin (28/12/2020) siang, disambut langsung Asyraf Suryadin Kepala DKPUS Babel di ruang kerjanya, didampingi Pejabat Administrator dan Pustakawan DKPUS Babel.
Kades Rebo, Fandi mengatakan, tujuan akreditasi Perpusdes Rebo tidak lain untuk kemajuan masyarakat Desa Rebo.
Saat ini, kata Fandi, Desa Rebo telah memiliki Gedung Perpusdes sendiri. Begitu juga dengan struktur organisasi dan lainnya. Khususnya untuk koleksi buku yang ada saat ini di Perpusdes Rebo hamper dua ribuan.
Dalam rangka mendukung koleksi buku, Pemdes Rebo telah menganggarkan dana untuk pembelian buku-buku Perpusdes. Khusus untuk tahun 2020 ini, anggarannya ditiadakan karena covid-19.
Namun, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Desa Rebo. Makanya, menurut dia, akreditasi yang ditargetkan tahun 2021 mendatang sebagai langkah untuk itu.
Desa Rebo sendiri, saat ini, disebutkan Kades Fandi, memiliki lebih kurang 1000 kepala keluarga, dengan profesi buruh, nelayan, petani. “Lebih banyak profesi buruh,” ujarnya.
Ia mengakui, hingga sekarang minat baca masyarakat masih kurang. Untuk mendorong minat baca tersebut, saat ini, Pemdes Rebo bekerja sama dengan Posyandu menggelar kegiatannya di Perpusdes. Langkah tersebut, untuk mengenalkan Perpustakaan ke masyarakat.
Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin mengaku senang atas kunjungan Kades dan Ketua BPD Rebo ke DKPUS Provinsi Babel.
Kehadiran Kades dan BPD ini, menurut Asyraf, petanda baik dalam perkembangan minat baca masyarakat desa setempat. Sebab, di jajaran Pemdes dan BPD saling mendukung.
“Kami dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel melalui DKPUS akan mensupport Pemdes dan BPD Rebo yang merencanakan mengusulkan akreditasi Perpusdes Rebo. Kami akan koordinasi dengan DKPUS Bangka berkenaan dengan hal ini. Kami juga awal tahun 2021 mendatang akan menerjunkan tim akreditasi ke Desa Rebo, untuk melihat langsung apa saja yang perlu dipersiapkan dalam rangka akreditasi Perpusdes tersebut,” kata Asyraf.
Diungkapkan Asyraf, ada enam indicator yang harus dipersiapkan untuk akreditasi. Untuk itu, tim akreditasi provinsi akan membimbing. “Perpusdes Rebo harus maju,” tegas Asyraf.
Dalam kesempatan sama, Asyraf menyarankan, untuk koleksi buku di Perpusdes Rebo, agar menyesuaikan dengan profesi masyarakat setempat. Misalnya, kalau nelayan, maka adakanlah buku-buku yang berkenaan dengan perikanan, seperti bagaimana membuat jarring ikan, perahu, kerajinan rumah tangga dan lainnya.
Disamping itu, kepada Pemdes Rebo, Asyraf juga menyarankan agar Pemdes Rebo menjadikan Perpusdes tidak sekadar tempat buku, tetapi juga wadah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Misalkan, jika nelayan mengalami permasalahan dengan profesinya, bagaimana mereka bisa datang ke Perpusdes, baca buku-buku berkenaan dengan perikanan. Jadikan Perpusdes wadah untuk menyelesaikan masalah nelayan,” tandasnya.
Terakhir, pesan Asyraf, himpun kegiatan-kegiatan masyarakat, termasuk seni dan budaya masyarakat setempat di Perpusdes.
Mengakhiri kunjungannya, Kades, Ketua BPD dan Pengelola Perpusdes Rebo, diajak Kepala DKPUS Babel meninjau ruang Perpustakaan dan Ruang Arsip DKPUS Provinsi Babel.