PANGKALPINANG – Puluhan Siswa-siswi dan guru yang menyebut dirinya aktivis Perpustakaan SMAN 1 Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), untuk pertama kali mengunjungi Perpustakaan Provinsi (Perpusprov) Babel, yang berlokasi di Komplek Perkantoran Terpadu Pemprov Babel.
Setibanya di Gedung Layanan Perpusprov (GLP), Senin (28/10/2024), puluhan aktivis perpustakaan SMAN 1 Belinyu itu disambut Kepala DKPUS Babel, Rakhmadi, diwakili Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Abu Hapas beserta Pustakawan Ahli Madya DKPUS Babel, Runi Alcitra Amalia.
Selang beberapa waktu usai penyambutan, didampingi Pustakawan Ahli Madya Runi, puluhan aktivis perpustakaan langsung diajak berkeliling GLP sekaligus berkunjung ke ruang layanan Perpustakaan di lantai II GLP.
Di ruang layanan Perpusprov, aktivis Perpustakaan SMAN 1 Belinyu diberikan sekilas materi tentang Perpusprov Babel, jenis-jenis promosi Perpustakaan, perkenalan pustakawan di Perpusprov, jenis layanan di Perpusprov.
Setelah memberikan paparan hal tersebut, dilakukan sesi tanya jawab berkenaan dengan perpustakaan.
Ema Suyani, Kepala Perpustakaan SMAN 1 Belinyu mengaku senang, pihaknya bisa mengunjungi Perpusprov Babel.
“Kunjungan kami ke sini bersama 29 orang aktivis perpustakaan yang terdiri dari siswa-siswi Kelas X, XI, dan XII, pengelola perpustakaan SMAN 1 Belinyu, adalah untuk peningkatan literasi anak. Mereka adalah aktivis perpustakaan,” kata Ema.
Harapannya, dengan kunjungan ke Perpusprov Babel, ada banyak hal yang didapatkan untuk membangun literasi di SMAN 1 Belinyu, diantaranya bagaimana promosi perpustakaan, bagaimana pengembangan perpustakaan.
“Alhamdulillah sampai di sini, kami mendapatkan apa yang kami cari. Perpusprov Babel open, dan anak-anak kami senang mendapatkan hal-hal baru. Mereka bisa berkunjung sekaligus pelatihan. Mereka bertanya dengan orang yang tepat,” ujarnya.
Emas berharap, ke depan Perpustakaan SMAN 1 Belinyu yang berada di ujung utara Bangka, akan mendapatkan lebih informasi berkenaan dengan perpustakaan.
“Harapan kami ke depan mungkin ada program, khususnya untuk anak-anak SMA. Seperti kami ada di ujung utara Bangka, terkadang banyak ketinggalan informasi. Mudah-mudahan ke depan mendapat informasi lebih banyak untuk pengembangan literasi dari Perpusprov Babel,” harap Ema.