PALEMBANG – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rakhmadi kembali mendampingi kunjungan kerja (Kunker) bersama Komisi I DPRD Babel.

Kali ini, kunker Kepala DKPUS Babel bersama Komisi I dilaksanakan ke Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kunker Kepala DKPUS Babel Rakhmadi bersama Ketua Komisi I dan Anggota Komisi DPRD Babel ke Dinas Perpustakaan Sumsel, Kamis (2/6/2022) tersebut, diterima Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel, Fitriana beserta jajarannya.

Kedua belah pihak langsung menggelar dialog dan diskusi berkenaan sejumlah hal yang berkaitan dengan lingkup Dinas Perpustakaan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel berterima kasih kepada Komisi I DPRD Babel dan Kepala DKPUS Babel yang telah bertandang ke dinas yang di pimpinnya.

Fitriana dihadapan Ketua dan Anggota Komisi I beserta Kepala DKPUS Babel Rakhmadi memaparkan program Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel yang didukung oleh Kepala Daerah.

Program Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel begitu banyak yang sudah diturunkan ke kabupaten/kota di Sumsel, anggaran dalam bidang perpustakaannya 6 miliar rupiah per tahun.

Dalam pelaksanaan program pengembangan perpustakaan, Dinas Perpustakaan Sumsel, bekerja sama dengan pihak-pihak sponsor, terutama perusahaan-perusahaan yang memiliki dana CSR.

Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengaku, untuk di DKPUS Provinsi Babel tidak ada apa-apanya, dan masih banyak yang harus dibenahi.

“DKPUS Babel memang harus banyak belajar dan bekerja sama dengan Provinsi Sumsel berkaitan dengan bidang perpustakaan ini,” ujar Rakhmadi.

Diakui Rakhmadi, untuk mendapatkan dukungan sponsor, di Sumsel banyak perusahaan-perusahaan, dan memiliki CSR cukup banyak. Sehingga Dinas Perpustakaan Sumsel banyak mendapatkan bantuan untuk program yang dilaksanakan.

Apresiasi Kepala DKPUS Babel Rakhmadi juga disampaikan, dimana dalam penanganan dan pengembangan perpustakaan yang ada di sekolah, Dinas Perpustakaan Sumsel cakupannya dari SD/ MI, SMP/Tsanawiyah sampai SMA sederajat.

Padahal, menurut Rakhmadi, kewenangan Provinsi itu hanya SMA sederajat. Tapi, karena di  Sumsel didukung dana signifikan oleh gubernurnya, maka Sumsel dalam mengembangkan literasi, didukung support dana yang cukup.

“Selain itu, mereka sudah punya gedung operasional sebagai aktivitas dinas hariannya, gedungnya cukup luas dan besar dua lantai, sarpras yang cukup. Didukung oleh SDM-SDM handal. Pustakawan untuk Dinas Perpustakaan Provinsi saja ada 31 orang,” ungkap Rakhmadi.

Beda halnya dengan DKPUS Babel, ditegaskan Rakhmadi, belum punya gedung untuk operasional.

“Jadi, dari sarpras pendukung, untuk SDM sebagai personal pegawai, Dinas Perpustakaan Sumsel sudah mendapatkan layanan. Satu sisi ruangan mereka spesifikasinya sudah khusus. Ada lima bagian di jajaran eslon tiganya. Memang kita masih perlu banyak belajar dengan Sumsel,” tegas Rakhmadi kembali.