PANGKALPINANG – Guna memeriahkan Festival Literasi dan Arsip (Festrip) 2 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2023, belasan Pelajar tingkat SLTA (SMA/SMK/MA) mengikuti Lomba Bercerita Rakyat Bahasa Daerah.
Seperti lomba lainnya, untuk lomba bercerita rakyat bahasa daerah pada Jumat (1/12/2023) tersebut juga dilaksanakan di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang sebagai lokasi Festrip 2 Babel 2023 yang diselenggarakan DKPUS Babel.
Pelaksanaan lomba memperingati HUT ke-23 Babel, yang dimulai lebih kurang 09.00 Wib itu, menghadirkan tiga juri berkompeten, diantaranya Iksan Mokoginta, Ahmadi Sofyan, dan Desri Susilawani.
Desri, mewakili Juri Lomba Bercerita Rakyat Bahasa Daerah Babel, menjelaskan cerita rakyat yang dibawakan oleh masing-masing peserta harus menggunakan bahasa daerah, dealeg sendiri.
“Kalau dari Belitung, maka dealegnya Belitung, kalau Bangsa Selatan, maka dealeg yang dibawakan oleh peserta pun Bangka Selatan,” ujarnya dihadapan para peserta.
Untuk waktu tampil masing-masing peserta maksimal 10 menit. “Disini peserta dituntut kemampuannya dalam menyampaikan cerita maksimal 10 menit. Kalau lebih 10 menit ada pengurangan nilai,” tegasnya.
Kreativitas dalam mengolah naskah, menurutnya, akan jadi penilaian juri. “Kalau cerita lebih dari 10 menit, akan ada pengurangan nilai.
“Ada tiga bagian penilaian yang diberikan juri, 1) teknik bercerita meliputi teknik vocal, penguasaan panggung, olah tubuh; 2) kesesuain cerita; 3) kreativitas, berkaitan dengan alat peraga,” urainya.
Sementara itu, Kepala DKPUS Babel, Rakhmadi yang turut menyaksikan kegiatan itu berharap dari lomba ini akan didapatkan pemenang yang memang layak menang karena kemampuannya bercerita rakyat menggunakan Bahasa daerah.
Hal ini, kata Rakhmadi , merupakan bagian dari DKPUS Babel untuk menggiatkan semangat literasi di kalangan generasi muda, terutama pelajar yang ada di Babel.
Pantauan media ini dilapangan, meski kondisi cuaca gerimis, para peserta tetap semangat mengikuti lomba hingga sore hari.