MENDOBARAT – Tak banyak diketahui, karena tidak pernah diekspos media, ternyata Madrasah Aliah (MA) Al-Islam Desa Kemuja, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memiliki potensi menjanjikan.
Hal itu baru diketahui saat Tim Perpustakaan Keliling (Pusling) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Babel berkunjung ke MA Al-Islam, Kamis (14/9/2022).
Abdul Khair, Kepala Sekolah (Kepsek) MA Al-Islam Kemuja mengakui, berkaitan dengan minat baca anak-anak MA Al-Islam, cukup tinggi.
“Dibawah minim sarana prasarana (Sarpras) potensi literasi seperti menulis kaligrafi yang dimiliki anak-anak kami cukup tinggi. Bahkan anak-anak kami berhasil mewakili santri dari Ponpes di Babel untuk ikut lomba kaligrafi ke tingkat nasional dalam ajang Pekan Pondok Pesantren tingkat nasional, yang akan dihelat Oktober 2022 di Solo,” ujar Abdul Khair.
Tidak sebatas itu, santri MA Al-Islam Kemuja juga, dibeberkan Kepala MA Al-Islam, ada yang punya keterampilan membuat komik.
“Memang kami di madrasah itu belum secara terprogram. Baru kita akomodir sekarang untuk membuat puisi. Minat anak-anak untuk membuat puisi cukup besar. Karena puisi itu sering kita lombakan,” tambahnya.
Untuk itu, dikatakan Kepala MA, pihaknya sudah mulai merumuskan berbagai program, guna mendukung minat baca anak-anak MA Al-Islam tersebut.
Pertama, katanya, menyiapkan sistem, sumber baca bagi mereka melalui perpustakaan. Alhamdulillah, dengan struktur baca yang disiapkan, ada minat mereka untuk berkunjung ke perpustakaan.
Memang, buku yang tersedia, menurutnya, belum memadai, hanya sekadar terpenuhinya referensi buku pelajaran.
“Program yang lain, kita juga mengapresiasi guru-guru MA Al Islam, bagaimana mereka mendorong anak dan siswanya untuk meningkatkan minat baca. Apalagi sekarang kita sudah beralih dari ujian nasional ke ujian asesmen,” ungkap Abdul Khair.
Jadi, guru-guru memacu anak-anak santri dalam pembuatan slogan-slogan diklat dan sebagaimananya, itulah satu cara merangsang dalam minat baca.
“Kita di MA juga mulai mengaktifkan pojok literasi, merangsang mereka dengan majalah dinding, tulisan-tulisan dalam bentuk puisi, karya ilmiah, artikel dan sebagainya. Karena disini potensi anak-anak ini, ada yang memiliki kemampuan dibidang seni, tidak hanya diekspresikan dalam literasi, tetapi lewat gambar,” tegasnya.
Kelemahan di MA Al-Islam, sambung dia, jarang diekspos program-program mereka. Sekarang MA Al-Islam ikut merambah digitalisasi, bagaimana anak-anak membuat youtube, membuat website, medsos.
“Lantaran keterbatasan perpustakaan, kami juga memanfaatkan lab komputer untuk ruang baca mereka. Jadi, kita buka lab komputer itu dari pukul 07.00 pagi hingga 22.00 wib,” sebut dia.
Untuk program jangka panjang, MA Al-Islam mengupayakan sarana prasarana perpustakaan, termasuk sumber bacaannya. “Sampai saat ini, kami baru bisa menganggarkan tiap tahun dari BOS sekian persen itu, dan yang baru bisa kita penuhi adalah buku pelajaranm,” imbuhnya.
“Karena minat anak-anak kami membaca buku-buku seperti cerita, novel, cukup tinggi, maka kami berupaya mencari akses untuk memenuhi bahan bacaan di perpustakaan kami,” kata Abdul Khair.
Lewat Pusling Provinsi ini, menurutnya, Perpustakaan MA Al-Islam sangat terbantu. “Kedatangan Pusling Provinsi ini saya sangat mengapresiasi. Kami selalu menunggu, bahkan tiap bulan pun kami siap dikunjungi. Bahkan kami siap menyiapkan waktu khusus bagi anak-anak membaca di ruang khusus untuk mendokrak minat baca melalui Pusling Provinsi ini,” terang dia.
MA Al-Islam, ditambahkan Abdul Khair, akan Menyusun jadwal, untuk mewisatakan anak-anak MA Al-Islam ini ke Perpustakaan Provinsi.
Sebelumnya, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi diwakili Pustakawan DKPUS Babel, Padli, yang juga Tim Pusling Provinsi mengatakan, MA Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islam Kemuja, Mendobarat, Kabupaten Bangka, menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi Tim Pusling Provinsi pasca melandainya kasus covid-19.
“Seperti biasa, dalam kunjungan layanan Pusling kali ini, Tim Pusling DKPUS Provinsi membawa berbagai macam buku bacaan, baik diperuntukkan kepada siswa-siswi maupun masyarakat umum,” kata Tim Pusling Provinsi Padli, didampingi Pustakawan DKPUS lainnya.
Padli berharap layanan Pusling Provinsi Babel ini, mampu memberikan semangat baru bagi para pelajar yang ada di daerah dengan jangkauan informasi yang cukup jauh dari pusat informasi atau bahan-bahan bacaan.