TUKAK SADAI – Layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) yang diberikan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan ‘Gule Kabung’ Pj Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu, Rabu (6/9/2023) di Desa Bukit Terap, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan mendapatkan respon sangat baik dari Masyarakat setempat.
Terlebih khusus bagi para Pelajar mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah lanjutan tingkat atas (SMA/SMK).
Hal itu dibuktikan saat dua mobil Pusling DKPUS Babel membuka layanan perpustakaan di Lapangan Sepak Bola Desa Bukit Terap, lebih kurang 2,5 jam sejak pukul 07.30 Wib, para Pelajar di Kecamatan Tukak Sadai tersebut langsung menyerbu.
Tim Pusling DKPUS Babel yang di pimpin langsung oleh Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, sigap yang mengarahkan siswa-siswi tersebut ke bahan bacaan yang telah disediakan di rak-rak mobil Pusling.
Pantauan media ini dilokasi Pusling, kebanyak dari siswa-siswi mulai TK hingga SMP, membaca buku-buku cerita anak-anak. Bahkan siswa SMA pun juga gemar membaca buku-buku cerita.
Jeli, Siswi SMAN 2 Tukak Sadai, bersama rekan-rekan satu sekolahnya usai membaca buku-buku yang teredia di Pusling DKPUS Babel, mengakui bahwa Pusling DKPUS Babel luar biasa.
“Buku-buku yang kami cari, salah satunya buku cerita, ada di sini. Kami lihat juga fasilitas lain bagus, ada televisi juga. Kami juga disini diarahkan buku apa yang kami cari. Pokok nya luar biasa!,” ucapnya diamini rekan-rekannya.
Hanya saja Ia berharap kegiatan Pusling seperti ini bisa dilaksanakan lebih sering. Sebab, menurutnya, bahan bacaan mereka sangat terbatas.
Tak hanya pelajar, seorang ibu rumah tangga juga terlihat menyambangi mobil Pusling DKPUS Babel.
Ketika dihampiri Tim Pusling, Ia mengaku senang membuat kue. Jadi, buku yang dicarinya berkenaan dengan kue.
Sementara itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengatakan, Layanan Pusling ini diberikan salah satunya guna memompa semangat anak-anak di Tukak Sadai agar lebih giat lagi membaca.
“Kita juga ingin memberikan pembelajaran kepada anak-anak kita di Desa ini, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK, termasuk orang tuanya serta warga setempat,” ungkap Rakhmadi.
Rakhmadi berharap Pemerintah Desa melalui anggarannya agar berusaha setiap tahun membeli buku untuk menambah koleksi buku di Perpustakaan Desa, misalnya 20 atau lebih judul. Dengan begitu akan terpenuhi koleksi bacaan di Perpustakaan Desa, sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa setempat.