BANGKA TENGAH – Selesai melakukan pembinaan terhadap Perpustakaan SLBN Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kepala DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rakhmadi bersama Tim DKPUS, melanjutkan hal serupa ke SLBN Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Kunjungan Rombongan Kepala DKPUS guna melihat persiapan akreditasi sekaligus melakukan pembinaan perpustakaan SLBN Koba pada Senin (23/10/2023) itu, disambut Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi, Al Fisyah, Plt Kepala SLBN Koba Mesra Yenti, Pengelola Perpustakaan dan jajaran SLBN Koba.
Disamping itu, turut hadir Perwakilan Bappeda Babel Ismohafi beserta rombongan, dan Arja Kusuma Perwakilan UBB.
Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, mengatakan kunjungan dirinya bersama Tim DKPUS Babel ke SLBN Koba, ingin melihat langsung kesiapan fisik maupun dokumen standar untuk mengikuti akreditasi perpustakaan.
DKPUS Babel, dijelaskan Rakhmadi, memiliki tugas untuk melihat sekaligus mendampingi SLB yang ada di Babel berkenaan dengan perpustakaan. “Di Bangka Tengah ini, merupakan jadwal kedua pendampingan persiapan akreditasi perpustakaan SLB,” ujar Rakhmadi.
Menurut Rakhmadi, berjalannya proses pembelajaran di sekolah akan lebih baik ketika punya perpustakaan yang standar, guna mendukung proses pembelajaran itu sendiri.
Ketika perpustakaan tidak standar, maka, ditegaskan Kepala DKPUS Rakhmadi, perpustakaan belum seimbang, belum bersinergi. “Dinas pendidikan harus siap mendampingi program di perpustakaan,” harap Rakhmadi.
Untuk itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengingatkan baik kepada pihak Dinas Pendidikan maupun SLBN Koba, bahwa UU Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan secara jelas dan tegas menyebutkan 5 fungsi perpustakaan.
Pertama, Pendidikan. Jadi, pendidikan apapun yang diberikan sudah menjadi bagian kurikulum, tidak akan bisa berjalan dengan baik ketika tidak didukung perpustakaan yang baik.
Kedua, Pelestarian. Guru dapat menghasilkan produk yang dilestarikan di perpustakaan. Ketiga, Informasi dan Komunikasi. Perpustakaan, diungkapkan Rakhmadi, harus memiliki banyak kekayaan, banyak literatur, sehingga anak didik dan guru semangat datang ke perpustakaan, ruangan harus tertata dengan baik.
“SLBN Koba harus memiliki pengelola perpustakaan lulusan S1 ilmu perpustakaan,” ujarnya.
Poin keempat, Riset. Ketika sudah memenuhi standar, kata Rakhmadi, bisa dilakukan penelitian sederhana oleh guru dan siswa, seperti secara kualitatif. Lima, Rekreasi. Perpustakaan harus menarik, buku update, pengelola harus ramah murah senyum.
Kepala DKPUS Babel Rakhmadi berharap kepada Kepala SLBN Koba, agar beberapa hal yang menjadi support untuk pembelajaran di perpustakaan bisa diterapkan, sehingga siap untuk mengikuti akreditasi.
“Saya juga berharap perpustakaan bisa berkembang dengan baik. Saya berharap ada dukungan dari dinas pendidikan, Bappeda untuk pengembangan perpustakaan, ada follow up. Di dalam sistem pemerintahan bekerjasama itu penting. DKPUS Babel siap membantu perpustakaan dalam mengikuti akreditasi,” tutup Rakhmadi.
Al Fisyah, Plh. Kabid Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Babel mengucapkan terima kasih kepada DKPUS Babel yang sudah memberikan pendampingan.
“Beberapa hal terkait instrumen akreditasi, banyak hal yang masih harus di tata. Terkait koleksi masih banyak kekurangan, pengadaan untuk perpustakaan bersumber dari dana BOS,” ujarnya.
Selanjutnya terkait sapras, kata Al Fisyah, untuk pengadaan dari DAK fisik sumber dana dari dapodik, biasanya hanya rehab, ada keterbatasan.
Untuk tenaga perpustakaan, disebutkannya, masih minim, baik dari segi kualifikasi pendidikan maupun kompetensi. “Kalau di SLB banyak yang honorer. Pengadaan tenaga banyak yang formasi guru, sedangkan untuk tenaga perpustakaan belum ada,” ungkapnya.
“Kendati begitu, kegiatan hari ini merupakan momentun yang baik dari SLB bisa mempersiapkan hal-hal apa saja, sehingga bisa mengikuti akreditasi. Perlu kolaborasi, sinergi terkait peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga perpustakaan,” tandasnya.
Saat ini, ditambahkan Al Fisyah, fokus pelatihan mereka baru di guru, tenaga pendidik, tenaga administrasi sekolah, untuk perpustakaan belum ada.
Plt Kepala SLBN Koba, Mesra Yenti, turut mengucapkan terima kasih kepada DKPUS Babel yang sudah memberikan pendampingan terhadap persiapan akreditasi perpustakaan SLBN Koba.
“Dengan adanya pembinaan akreditasi ini, semoga bisa memenuhi standar yang diharapkan untuk mengikuti akreditasi perpustakaan,” katanya.
Bappeda, katanya, diharapkan juga bisa membantu sapras, karena dana yang dialokasikan dari dinas pendidikan terbatas. (vip/3).