BELITUNG – Dalam upaya memberikan dukungan dan pendampingan akreditasi Perpustakaan, Tim DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyambangi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tanjungpandan, Belitung.
Kedatangan Tim DKPUS yang dipimpin Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, Senin (11/12/2023), diikuti Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Abu Hapas itu, diterima Kepala SLBN Tanjungpandan, Rhama Duniati beserta jajaran tenaga pendidik dan perwakilan siswa-siswi SLBN Tanjungpandan.
Rhama Duniati mengaku terhormat karena sekolah yang di pimpinnya mendapatkan kunjungan dari Kepala DKPUS Babel beserta Tim DKPUS.
Dalam kata sambutannya, Rhama mengatakan saat ini peserta didik SLBN Tanjungpandan mencapai 140 orang, dengan 46 ruang belajar. Pembagian kelasnya, untuk SD hanya ada 5 orang dalam satu kelas, sedangkan SMP dan SMA maksimal 1 kelas 8 orang.
Untuk kekhususan, SLBN Belitung memiliki 6 kekhususan, yaitu tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, autis, dan tuna ganda.
“Selama berdiri sejak 1984, SLBN ini mampu bersaing dalam kemajuan teknologi yang semakin pesat. Karena pentingnya perpustakaan dalam hal melayani anak berkebutuhan khususnya,” ungkapnya.
Namun, kendala selama ini, dikatakan Rhama, buku-buku penunjang untuk pembelajaran di SLBN Tanjungpandan yang khususnya ke braille sangat terbatas.
Di Dinas Pendidikan sendiri, kata dia, belum menyediakan. Bahkan pusat pun masih sangat terbatas.
“Untuk belajar pun anak-anak kami mengambil dari buku-buku umum, karena buku paket khusus anak-anak kami SLB ini belum ada. Makanya, perlu pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kami,” ujar Rhama.
Sebenarnya, dijelaskan Rhama, masih banyak kekurangan di SLBN Tanjungpandan ini. “Untuk itu kami mohon bimbingannya bagaimana meningkatkan layanan perpustakaan kami. Kemudian bagaimana meningkatkan minat baca anak-anak kami di SLB. Bagaimana agar peran perpustakaan itu tidak kalah dengan digitalisasi. Apalagi kami ini anak-anak khususnya yang pelayanannya khusus,” terangnya.
Saat ini, untuk buku-buku baru mencapai angka 1000-an judul. “Harapan kami ke depan kami bisa berinovasi seperti perpustakaan umum lainnya, sehingga bisa belajar lebih baik. Kami berharap petugas perpustakaan kami bisa diajak studi, sehingga bisa menjadi perpustakaan yang inklusif,” harapnya.
Sementara itu Kepala DKPUS Babel Rakhmadi berharap pada tahun 2025 mendatang Perpustakaan SLBN Tanjungpandan bisa naik akreditasinya dari C minimal ke B.
“Kami bangga dan mengapresiasi Perpustakaan SLBN Tanjungpandan. Untuk di Babel baru SLBN Tanjung yang terakreditasi, yakni aktreditasi C,” ucapnya Rakhmadi.
Rakhmadi menyebutkan, di era kepemimpinannya yang telah berjalan lebih kurang 2 tahun ini, baru dilakukan pembinaan dan pendampingan perpustakaan ke SLB.
“Kami ingin melihat akreditasi SLBN Tanjungpandan ini bisa memenuhi 9 standar akreditasi A. Makanya saya ke sini bersama Tim DKPUS Babel ingin memberikan pendampingan langsung apa saja yang harus dibenahi perpustakaan SLBN Tanjungpandan untuk mencapai akreditasi A tersebut,” kata Rakhmadi.
Rakhmadi dalam kesempatan itu memberikan sedikit kiat bagaimana agar pengunjung mau datang ke Perpustakaan.
Kiat itu, dipaparkannya, buat ruangan perpustakaan yang nyaman, wangi, dekorasi yang menarik, koleksi buku yang lengkap, sarana prasarana memadai, rutinkan agenda kegiatan misalnya ajak anak-anak diskusi ke Perpustakaan.
Tak kalah penting lagi, ditegaskan Rakhmadi, ingat lima peran dan fungsi perpustakaan sesuai UU Perpustakaan, Pertama, sarana pendidikan, Kedua, pelestarian.
Misalnya ada penelitian atau ada inovasi, makanya simpan. Ketiga, fungsi perpustakaan sebagai tempat untuk menggali informasi dan komunikasi. Kelima, fungsi perpustakaan sebagai tempat riset atau penelitian sederhana.
Fungsi kelima perpustakaan, jadikan sebagai tempat rekreasi, bagaimana Perpustakaan bisa dikunjungi terus, bikin anak betah atau pemustaka betah dan berlama-lama membaca.