JAKARTA – Sukses mengawali kunjungan ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI di hari pertama, Senin (7/8/2023), dilanjutkan ke SMAN 70 Jakarta Selasa (8/8/2023), Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK/MA se-Babel menutup studi komparatif perpustakaan ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jakarta.  

Dalam kunjungan penutup atau studi komparatif perpustakaan ketiga di UPT Perpusda Jakarta itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi beserta tim DKPUS dan Kepsek SMA/SMK/MA se-Babel disuguhi tayangan video “Live Musik di Tengah-tengah Rak Buku” yang digelar Perpustakaan Jakarta belum lama ini di Ruang Layanan Perpustakaan UPT Perpustakaan Jakarta.

Tidak hanya itu, rombongan DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memuat Kepala DKPUS Babel dan tim Pustakawannya, Kepsek beserta Pengelola Perpustakaan SMA/SMK/MA, MKKS SMA/SMK/MA hingga Cabdin Pendidikan Provinsi Babel, juga diperlihatkan tayangan profil singkat mengenai UPT Perpustakaan Jakarta yang memiliki puluhan lantai itu oleh Diki selaku Kepala UPT Perpustakaan Jakarta.  

“Kami ada sejumlah kegiatan yang diolah UPT Perpustakaan Jakarta itu sendiri, salah satunya adalah live event music nigt atau musik yang disaksikan secara langsung di di Tengah-tengah rak-rak buku yang ada di ruangan layanan Perpustakaan Jakarta,” kata Dini.

Selama ini, kata Diki, Masyarakat tahu bahwa ruangan perpustakaan itu adalah tempat orang membaca buku dalam kondisi yang hening, tak boleh berisik.

“Di Perpustakaan kami, itu kami coba ubah dalam sebuah kegiatan music yang menampilkan pemusik muda, dan pengunjungnya juga kaula muda. Kami ingin ubah kebiasaan itu, dalam Upaya menggaet anak-anak muda untuk mau datang ke perpustkaan. Target kami mereka mau datang dulu,” ungkap Dini.

Hasilnya pun, dikatakan Diki, tidak mengecewakan. Sebab, selain mereka datang bisa menikmati musik di malam hari, juga bisa membaca buku.

Gedung layanan Perpustakaan Jakarta yang baru diresmikan Pembangunan pada tahun 2022 itu, dijelaskannya, memiliki banyak fasilitas layanan, diantaranya 1,2 juta buku koleksi, koleksi buku-buku digital, karya satra asli yang dibuat salah satunya WS Rendra.   

Ada pula tempat bagi masyarakat berkreativitas, ruang diskusi, workshop, ruang podcast, ruang bermain anak, ruang musala pria dan Wanita, Toilet, ruangan computer/internet, ruangan komputer khusus yang bisa dipakai untuk para desain Grafis, ruangan layanan lainnya.

“Khusus untuk ruangan diskusi atau worshop, pengunjung diberikan waktu hingga 2 jam satu kali pakai. Jika ingin lanjut menggunakan, maka pengunjung bisa mendaftarkan ulang di bagian petugas layanan,” jelas Diki.

Guna kelancaran layanan yang diberikan kepada Masyarakat, Perpustakaan Jakarta, disebutkan Diki, juga menggandeng pihak swasta diantaranya Gramedia.

“Konsep kami, perpustakaan tidak hanya sebagai penyimpanan buku, tapi sebagai penghubung bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Tak kalah pentingnya lagi, juga sebagai tempat bagi masyarakat berkreativitas, seperti diskusi, workshop dll.

Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengaku bangga bisa mendengarkan penjelasan langsung bahwa melihat langsung bagaimana kondisi nyata Perpustakaan Jakarta.

“Saya sengaja membawa Kepsek yang merupakan orang-orang hebat pencetak SDM Babel ke sini. Dengan begitu mereka bisa berpikir luas bagaimana mengembangkan perpus di sekolah mereka masing-masing. Terutama bagi sekolah yang sampai saat ini masih belum punya perpustakaan,” terang Rakhmadi dihadapan Kepala UPT Perpustakaan Jakarta.

Rakhmadi juga mengungkapkan bangganya, di era kepemimpinannya di DKPUS Babel, mampu mengajak Kepsek SMA/SMK/MA se Babel melakukan studi komparatif perpustakaan ke Perpusnas, Perpus SMA Juara Nasional, dan Perpusda dengan fasilitas layanan lengkap.

Usai diterima dan tanya jawa bersama Tim Perpustakaan Jakarta, Kepala DKPUS beserta Kepsek SMA/SMK/MA diajak berkeliling melihat secara langsung layanan Perpustakaan yang ada di Gedung Perpustakaan Jakarta.