PANGKALPINANG - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas-RI) bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memfasilitasi pelaksanaan Peer Learning Meeting (PLM) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2022.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 14 peserta dari Pengelola Perpustakaan Provinsi, Perpustakaan Kabupaten/Kota, Perpustakaan Desa, masyarakat yang merasakan manfaat layanan perpustakaan tersebut, berlangsung di Hotel Novotel, Bangka, terhitung 11 hingga 13 Juli 2022, dan dibuka Kepala DKPUS Provinsi Babel, Rakhmadi, S.Pd., M.A.
Pembukaan PLM Provinsi Babel itu, turut dihadiri Konsultan Pendamping Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dari Perpusnas RI, Karolina, dan Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Babel, Abu Hapas.
Kepala DKPUS Babel Rakhmadi dalam sambutannya menjelaskan, TPBIS merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
“Konsep inklusi sosial merupakan pembangunan berkesejahteraan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bertujuan agar masyarakat stabil, aman dan adil. Dengan perpustakaan yang proaktif, dapat membantu individu maupun masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, kepercayaan diri dan dapat meningkatkan jejaring sosial,” kata Kepala DKPUS Babel.
Melalui program ini, lanjut dia, perpustakaan tidak hanya sekadar tempat meminjam dan membaca buku saja, tetapi dijadikan tempat berbagai kegiatan. Diharapkan pula dapat terus bertransformasi seiring dengan kemajuan teknologi serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan TPBIS ini merupakan program nasional dilaksanakan oleh Perpusnas RI, yang mendapatkan dukungan dari Bappenas dan Kementerian Desa. Melalui program ini, diberikan bantuan non fisik berupa bimbingan teknis dan pelatihan kepada pengelola perpustakaan. Sedangkan bantuan fisik berupa buku siap layan, komputer, printer dan televisi,” ungkap Kepala DKPUS.
TPBIS menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar dalam memberikan layanan perpustakaan yang mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan melibatkan keterlibatan masyarakat dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan sesuai kebutuhan masyarakat.
Rakhmadi berharap melalui kegiatan PLM secara onsite ini, dapat memfasilitasi proses saling belajar dan berbagi pengalaman antar perpustakaan.
Selain itu, dapat memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta untuk terus melaksanakan rencana kerja transformasi perpustakaan di Kabupaten maupun Desa.
Perpusnas mempercayakan proses fasilitasi sesi-sesi dalam PLM Provinsi Babel dilakukan oleh para Master Trainer yakni Runi Alcitra Amalia, S.Sos, dan Cahya Triwulan, S.IP, sehingga dapat membagikan best practices atau pengalaman baik dalam melaksanakan transformasi perpustakaan, selain memberikan dukungan kepada penguatan sumber daya di daerah.
Selain itu, salah satu sesi dalam PLM Provinsi Babel kali ini, menghadirkan masyarakat yang merasakan manfaat layanan perpustakaan atau Program TPBIS, yaitu Bang Lay dari Desa Ketap Kabupaten Bangka Barat beserta Kepala Desanya, sekaligus berbagi pengalaman kepada para peserta PLM.