PANGKALPINANG – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Suganda Pandapotan Pasaribu mengharapkan Sosialisasi gerakan Pemasyarakatan Minat dan Budaya Baca pada Satuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus serta masyarakat dapat menjadi pendukung dan berperan aktif dalam menumbuhkan serta mengembangkan budaya baca di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Pj Gubernur melalui sambutannya dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel, Rakhmadi saat membuka Sosialisasi Gerakan Pemasyarakatan Minat dan Budaya Baca pada Satuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus serta Masyarakat, di Hotel Grand Safran, Pangkalpinang, Rabu (13/9/2023).
Pj Gubernur menjelaskan, salah satu tujuan pembinaan minat baca adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang berkualitas sebagai piranti pembangunan nasional menuju masyarakat madani.
Tujuan tersebut, kata dia, seiring dengan semangat dilahirkannya perpustakaan sebagai sarana bagi masyarakat untuk menggali ragam informasi salah satunya dengan cara membaca.
“Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, pasal 48 mengisyaratkan bahwa pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. Hal tersebut memberi tanda pada kita bahwa lahirnya budaya membaca merupakan tanggung jawab semua pihak mulai dari diri pribadi, orang tua (keluarga), lingkungan masyarakat (peran lsm, komunitas, organisasi, pemuka masyarakat) dan lembaga pendidikan,” jelas Pj Gubernur.
Lingkungan masyarakat yang merupakan bagian dari komponen lahirnya budaya baca, lanjut Pj Gubernur, memberi tanda bahwa komponen ini tak harus diabaikan, karena memiliki peran dalam mendukung lahirnya budaya membaca.
Biasa membaca, ditambahkannya, adalah membaca tanpa ada dorongan pihak lain. “Kebiasaan membaca merupakan keterampilan yang diperoleh setelah seseorang dilahirkan, bukan ketrampilan bawaan. Kebiasaan membaca dapat dikembangkan dan dibina melalui kegiatan belajar mengajar. Tetapi perlu diingat bahwa kebiasaan membaca tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan sikap seseorang, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan dan kemudahan untuk memperoleh berbagai bahan bacaan,” tegas Pj Gubernur Suganda.
Sementara itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengajak seluruh peserta sosialisasi bersama-sama menggerakkan pemasyarakat minat dan budaya baca untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat khususnya di Babel.
Sebelumnya Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Babel, yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan Sosialisasi, Abu Hapas dalam laporannya menyebutkan, sosialisasi ini diselenggarakan DKPUS Babel memiliki tujuan diantaranya Pertama, meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya budaya baca dan literasi.
Kedua, menumbuhkembangkan minat baca dan literasi pada satuan pendidikan menengah dan pendidikan khusus serta Masyarakat. Ketiga, turut berpartisipasi aktif dalam memasyarakatkan minat dan budaya baca di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Sosialisasi ini diikuti guru- guru yang berasal dari satuan pendidikan menengah dan pendidikan khusus se- Bangka Belitung, pengelola komunitas literasi, pengelola taman bacaan masyarakat, organisasi-organsasi sosial dan kepustakawanan seperti GPMB, IPI sebanyak 100 orang peserta,” ungkap Abu Hapas.
Guna memberikan pemahaman lebih mendalam, sosialisasi sehari tersebut menghadirkan narasumber, baik dari Perpustakaan Nasional (Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan), Ketua GPMB Pusat, Kepala DKPUS Babel maupun sejumlah narasumber berkompeten lainnya.