DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Suasana Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Jalan Jenderal Sudirman Pangkalpinang, Selasa (9/11/2021), terlihat ramai.
Hal itu bukan karena ada aksi demonstrasi masyarakat, melainkan kehadiran puluhan anak-anak dari TK Negeri Pembina Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang, yang berkunjung bersama tenaga pendidik mereka untuk belajar cinta buku dan mengenal perpustakaan di Perpustakaan Provinsi (Perpusprov) Babel.
Salah satu pendidik Romza mengatakan, kunjungan itu merupakan inisiatif dari para pendidik TK Negeri Pembina.
Dengan berkunjung ke perpustakaan, anak-anak akan mendapat wawasan baru, bukan sekadar bermain sekaligus belajar yang tepat di luar kelas. “Kami ingin mengenalkan literasi sejak dini kepada anak-anak,“ ujar Romza.
Menurutnya, anak-anak merasa senang dan antusias apabila mendengarkan cerita dari suatu buku. Untuk itulah, ia dan beberapa pendidik mengajak anak didik mereka untuk mengunjungi perpustakaan di DKPUS Babel.
Setelah dari kunjungan ke perpustakaan ini, Romza berharap mereka bisa lebih mengenal buku, mencintai buku dan tidak melulu bermain dengan gadget atau Hp.
Biasanya para pendidik TK Negeri Pembina akan menanyakan dan menceritakan kembali buku apa saja yang telah dibaca ketika berada di perpustakaan.
Tak lupa pada kunjungan tersebut, Pustakawan DKPUS Babel yang turut mendampingi anak-anak, membacakan dongeng atau cerita dari suatu buku.
Kepala DKPUS, Rakhmadi mengaku senang dengan adanya kunjungan anak-anak TK Negeri Pembina ke Perpusprov Babel ini.
“Dengan kehadiran anak-anak, siswa atau pembelajar, artinya para pendidik dan sekolah sudah memahami betapa pentingnya fungsi dari literasi untuk mau mengenal, membaca dan menulis sekalipun kepada anak-anak usia dini,” jelas Rakhmadi.
Selain itu, terkait pada pola pembinaan anak-anak usia dini, DKPUS memang harus membuka diri dengan memberikan informasi sebanyak-banyaknya untuk bisa mengajak para pelajar atau anak didik dimulai dari jenjang PAUD/TK sampai jenjang atas untuk bisa berkunjung ke perpustakaan provinsi.
Tidak hanya itu, lanjut Rakhmadi, agar apa yang menjadi sasaran pembelajaran dapat ditiru dari sekolah lain dengan mengunjungi perpustakaan.