PANGKALPINANG – Setelah diberikan pemahaman mengenai strategi implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) melalui Sosialisasi SPP-TIK Program TPBIS, pada Senin (21/8/2023), para Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan yang menjadi Mitra Program TPBIS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dibimbing bagaimana menyusun rencana kerja (Renja) Perpustakaan.
Tata cara penyusunan Renja melalui bimbingan teknis (Bimtek) SPP-TIK Program TPBIS reflikasi mandiri tahun 2023 itu, dipandu langsung Master Trainer (MT) Nasional, Cahya Triwulan.
Dihadapan puluhan Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan mitra Program TPBIS, MT Cahya menjelaskan, dalam sebuah Renja, harus ditentukan terlebih dahulu nama kegiatan yang akan dilaksanakan, kemudian tentukan waktu, penanggung jawab, dan sumber pendanaannya.
Misalnya, kata Cahya, Kegiatan Pengadaan Buku, siapa penanggung jawabnya, apakah Kepala Desa atau Kepala Perpustakaan Desa/Kelurahan. Anggarannya berapa besar, dan sumber dananya apakah dari APBDes atau darimana.
Tak kalah pentingnya juga dalam Renja, perlu diingat, tujuannya, sasarannya, dan pesan yang disampaikan.
“Yang jelas dan terpenting, sebelum menentukan sebuah kegiatan, harus diidentifikasi terlebih dahulu potensi yang dimiliki oleh desa/kelurahan setempat. Salah satu yang harus diperhatikan dalam Renja Program TPBIS ini, Renja yang disusun harus melibatkan masyarakat,” ujar Cahya.
Karena, menurut Cahya, salah satu keberhasilan Program TPBIS adalah keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
“Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan harus jeli melihat peluang, yang melibatkan masyarakat. Misalnya pelatihan membuat email bagi ibu-ibu atau kelompok Masyarakat desa, atau pelatihan-pelatihan keterampilan lainnya,” jelas Master Trainer Cahya.
Sembari mendengarkan penjelasan, para Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan yang dibagi dalam sejumlah kelompok langsung Menyusun Renja Perpustakaan Desa/Kelurahan.
Usai Menyusun Renja, perwakilan kelompok memaparkan hasil Renja yang disusun dihadapan peserta Bimtek SPP-TIK reflikasi mitra Program TPBIS Tahun 2023.
Menariknya, Pengelola Perpustakaan Desa Jeruk, Kabupaten Bangka Tengah, Tobing memaparkan salah satu kegiatan yang digagas didalam Renja, yaitu Pelatihan Pembuatan email, bagi Ibu-ibu atau kelompok Masyarakat di Desa Jeruk.
Ia berpandangan, ibu-ibu atau kelompok masyarakat di Desa Jeruk masih banyak yang belum memiliki email lantaran ketidaktahuan mereka.
Paparan salah satu pengelola Perpustakaan Desa mitra Program TPBIS tersebut mendapatkan respon positif dari Master Trainer Cahya.
“Apa yang disusun dalam Renja yakni kegiatan pelatihan membuat email dari Perpustakaan Desa Jeruk, adalah patut apresiasi, karena sesuai dengan tuntutan zaman. Tinggal memastikan sumber pendanaannya darimana, waktu pelaksanaan, penanggung jawab, dan sasarannya,” ungkap Cahya.
Selain dibimbing Menyusun Renja, juga diajari bagaimana melakukan advokasi kepada pihak lain, untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Renja Program TPBIS yang telah disusun.
Master Trainer Nasional Cahya Triwulan juga memberikan bimbingan kepada puluhan Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan mitra Program TPBIS 2023 diantaranya bagaimana meningkatkan layanan informasi, layanan literasi digital untuk Masyarakat, literasi data untuk pengembangan perpustakaan, layanan prima perpustakaan, membangun literasi Masyarakat melalui Perpustakaan.
Muktamarudin Fahmi, Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangka Tengah yang juga ikut serta dalam Kegiatan Bimtek SPP-TIK reflikasi mandiri Program TPBIS Tahun 2023 yang diselenggarakan DKPUS Babel ini sangat baik diikuti oleh Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan.
Sehingga nantinya diharapkan para Pengelola Perpustakaan tersebut dapat meningkatkan Kualitas Perpustakaan, terutama dalam hal memfasilitasi kebutuhan informasi Masyarakat.