BANGKA, HUMAS DKPUS – Setelah menerima pembekalan materi dari sejumlah narasumber berkompeten berkenaan dengan kepenulisan budaya lokal pada Selasa (27/5/2025), 60 peserta bimbingan teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal melanjutkan kegiatan di hari kedua Rabu (28/5/2025) dengan menyambangi Lembaga Adat Melayu Gebong Memarong Mapor.
Kedatangan rombongan peserta Bimtek yang di pimpin langsung Plt. Kepala DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Doni Golput, didampingi Sekretaris DKPUS Babel, Yopi Wijaya, Kasubbag Umum DKPUS Babel Ian, dan Ketua Pelaksana Kegiatan Bimtek, Faturrahman tersebut, disambut Ketua Lembaga Adat (LAM) Gebong Memarong Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Asih, Ketua Adat Mapor Usang Gedoi beserta sejumlah tokoh adat Mapor lainnya.
Turut serta pula dalam rombongan peserta Bimtek tersebut, Pembina Adat Mapor Akhmad Elfian yang juga selaku pemateri dalam kegiatan bimtek tersebut.
Plt Kadis DKPUS Doni Golput dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada LAM dan tokoh adat Mapor yang dengan terbuka menerima kunjungan para peserta Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal di Gebong Memarong Mapor.
“Kedatangan kami ke sini ingin belajar, ingin tahu adat budaya Mapor. “Mari kita bantu publikasikan adat dan budaya Mapor ini melalui tulisan-tulisan yang akan dibuat oleh para peserta Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal tahun 2025 ini,” ajak Doni.
Melalui kunjungan ini, menurut Plt Kadis DKPUS Babel Doni, banyak hal yang bisa dipelajari langsung. Di Mapor, kata Doni, banyak istilah yang mungkin belum diketahui para peserta yang berasal dari berbagai profesi ini, yakni penggiat literasi, guru, TBM, hingga jurnalis.
“Kami berharap melalui penggalian adat dan budaya Mapor oleh para penulis peserta Bimtek ini, adat dan budaya Mapor akan lebih terekspos lagi hingga internasional. Karena sampai saat ini, masih banyak adat dan budaya Mapor yang belum tergali,” ujar Doni.
Asih, Ketua LAM Geong Memarong Mapor menyampaikan, pihaknya menerima dengan terbuka adanyha kegiatan kunjungan peserta Bimtek Kepenulisan ini.
Tak lupa Asih menyampaikan terima kasih atas bantuan dari DKPUS Babel yang melibatkan 60 peserta penulis, yang akan menulis adat dan budaya Mapor.
“Mari sama-sama kita budayakan dan lestarikan adat dan budaya kita, diantaranya adat budaya Mapor ini,” ungkap Asih.
Di waktu bersamaan, Asih dihadapan peserta bimtek juga menyampaikan sekilas histori berdirinya Gebong Memarong Mapor, beserta bahan-bahan pelengkapnya.
Bersyukur Dialek Mapor Masih Dipertahankan
Sementara itu, Pembina LAM Mapor, Akhmad Elfian dihadapan para peserta Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal mengaku bersyukur, hingga saat ini dialek adat Mapor masih dipertahankan.
Elfian menjelaskan, secara umum budaya di Indonesia termasuk di Bangka ini menganut adat istiadat lisan. Hal ini turut diatur didalam Undang Undang tentang Kebudayaan, satu diantaranya mengatur tradisi lisan.
“Tradisi lisan ini, adaalah nilai social, historical, kultural. “Jadi, dia harus digali, dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat. Yang sulit sekarang adalah menggali, melindungi dan mempertahankan autentiknya,” ujar Elfian.
Untuk itulah, ditekankan Elfian, butuh orang-orang seperti peserta Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal ini. “Banyak budaya lisan jika mau digali di sini,” tegas Elfian.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal, Faturrahman menyebutkan, setelah mengikuti kunjungan lapangan ke LAM Gebong Memarong Mapor, outputnya para peserta akan membuat tulisan.
“Tulisan mengenai adat dan budaya Mapor ini, akan himpun ke dalam 10 buku. Kami berharap melalui tulisan-tulisan ini, ke depan adat Mapor khususnya, dan Babel umum akan lebih dikenal dan diketahui masyarakat luas,” terang Fatur.
Usai mendapatkan materi dan tanya jawab antara peserta Bimtek kepenulisan bersama narasumber Akhmad Elfian, dan tokoh adat Mapor, para peserta Bimtek diberikan kesempatan untuk berkeliling dan melihat langsung Gebong Memarong Mapor beserta reflika peralatan adat dan budaya yang dimiliki masyarakat adat Mapor.