PAYUNG – Kunjungan Perpustakaan Keliling Provinsi (Puslingprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pasca melandainya covid-19 diakhir tahun 2022 ini, ternyata membuat berkah bagi Pondok Pesantren (Ponpes) setara MTs Khoirul Ummah Payung, Kabupaten Bangka Selatan.

Puslingprov Babel yang dimotori Padli dan Zulkifli Pustakawan DKPUS Provinsi Babel, pada Rabu (16/11/2022) menjadi dorongan bagi Ponpes Khoirul Ummah Payung untuk segera mendirikan Perpustakaan.   

Hal itu diungkapkan langsung Pimpinan Ponpes Khoirul Ummah Payung, Ustaz Azizul Azmi saat menyambut kedatangan Tim Pusling DKPUS Babel ke Ponpes Khoirul Ummah.

“Alhamdulillah kami kedatangan hal yang kami dambakan selama ini, yaitu adanya teman-teman yang mau peduli dengan pesantren, yakni DKPUS Provinsi melalui perpustakaan kelilingnya,” kata Ustaz Azizul.

Harapannya, kunjungan Puslingprov ini menjadi support cikal bakal bagi Ponpes Khoirul Ummah Payung untuk mendirikan Perpustakaan, dalam upaya menumbuhkan minat baca para santri.

“Mudah- mudahan perpustakaan pesantren bisa segera berdiri. Kami sangat antusias dengan datangnya pusling ini,” harap Ustaz Azizul.

Untuk mengembangkan literasi di Ponpes Khoirul Ummah, dijelaskan ustaz Azizul, pihaknya membutuhkan banyak buku untuk dibaca, sehingga anak-anak didik mereka bisa mengambil alternatif menurut mereka dan bisa mengembangkan bakat yang mereka punyai.

“Di antara mereka (santri-red) ada yang mempunyai bakat literasi, tetapi mereka selama ini tidak punya wadah maupun media untuk memfasilitasinya. Namun, kami dari Ponpes sekitar 1 bulan ini, mendapatkan bantuan seorang ustazah yang memiliki kopemtensi dibidang literasi. Beliau adalah seorang penulis, yang sudah go internasional,” ungkap Ustaz Azizul.

Ustaz Alfa Rizqi Pengajar di Ponpes Khoirul Ummah mengucapkan terima kasih atas bantuan beberapa buku dan satu mushaf serta kehadiran Pusling Provinsi untuk Ponpes Khoirul Ummah.

“Ponpes kami ini baru berdiri kurang lebih 1,5 tahun, dan masih dalam proses menata dan membangun. Memang kami dari pengurus ada rencana akan membuat satu perpustakaan. Bagaimana caranya nanti kita ada kerja sama dengan DKPUS Provinsi, misalnya ada pelatihan yang diberikan oleh perpustakaan provinsi untuk Ponpes Khoirul Ummah,” harapnya.

Harapan Ustaz Alfa, Pesantren Khoirul Ummah bisa diarahkan dan dibantu untuk menata perpustakaannya.

Penggiat Literasi Ponpes Khoirul Ummah Ustazah Lisina Latifah mengatakan, dirinya sudah beberapa kali menulis buku. “Harapan kami Pusling Provinsi Babel ini tidak hanya seminggu sekali atau sebulan sekali, kalau bisa sesering mungkin,” kata Ustazah Lisina.

Disebutkannya, meski baru berumur 1,5 tahun, Ponpes Khoirul Ummah telah melaksanakan kegiatan ektrakulikuler literasi. “Jadi, santri kami tuntut bukan hanya membaca, tetapi menyimpulkan apa yang di baca,” ujarnya.  

Santri Ponpes Khoirul Ummah Yeni Kurniawati, mengucap syukur adanya kunjungan pusling provinsi ini, karena di ponpes mereka belum punya perpustakaan.

“Kami berharap ketika pusling ini kembali lagi, bisa membawa buku-buku dengan judul yang lain,” harap Yeni.

Kepala DKPUS Babel Rakhmadi diwakili Pustakawan DKPUS Provinsi Babel yang juga Tim Puslingprov Padli mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat antusias dari Pimpinan dan Santri Ponpes Khoirul Ummah.

“Kami bangga atas langkah yang dilakukan Pimpinan Ponpes Khoirul Ummah, meskipun baru berdiri 1,5 tahun, tetapi aktivitas belajar mengajar berjalan dengan baik,” ucap Padli.

Pustakawan Madya DKPUS Babel itu berharap kepada Pimpinan Ponpes untuk segera mendirikan Perpustakaan.

Padli juga berharap dengan belum adanya perpustakaan di Ponpes Khoirul Ummah, Puslingprov bisa memberikan layanan Pusling Kembali.