PANGKALANBARU – Pustakawan Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang berasal dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel, DKPUS Kabupaten/Kota, Sekolah dan Perguruan Tinggi, kembali mengikuti Sosialisasi Jabatan Fungsional (Jafung).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid (ofline dan online), diselenggarakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bekerja sama dengan DKPUS Babel, Selasa (19/7/2022) tersebut, dilaksanakan di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, menghadirkan tiga narasumber diantaranya Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, Pustakawan Ahli Madya Perpusnas Sadarta, dan Sub Koordinator Sosialisasi JF Pustakawan Perpusnas Akhmad Priangga.
Turut hadir dalam kegiatan yang dibuka Sekda Babel Naziarto diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Babel Yunan Helmi itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Babel, Abu Hapas, Kabid Pelestarian Naskah Kuno dan Koleksi Nasional DKPUS Babel Mirdayati, para narasumber, serta peserta Sosialisasi.
Sekda Babel Naziarto dalam sambutannya dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Babel Yunan Helmi mengatakan, jabatan fungsional pustakawan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 9 tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya telah berkembang, banyak perubahan dan Tata Kerja Jabatan Fungsional Pustakawan yang telah diatur.
Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan ini, diharapkan dapat membantu pihak daerah untuk turut melakukan pembinaan kepada tenaga perpustakaan dan mampu meningkatkan pengetahuan bagi para stakeholder, calon pustakawan ataupun pustakawan yang baru diangkat melalui jalur pengangkatan pertama, penyesuaian/inpassing, peralihan dari jabatan lain serta penyetaraan jabatan administrasi ke jabatan fungsional pustakawan.
Para pejabat yang dilakukan penyetaraan ini, diungkapkan Sekda, sebagian besar belum mengetahui tentang jabatan fungsional pustakawan. Hal ini menjadi perhatian bagi perpustakaan nasional dan perpustakaan umum provinsi untuk menjadikan pejabat fungsional.
“Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang dikelola secara benar dan profesional. Hal ini, ditandai dengan jumlah tenaga perpustakaan yang cukup, serta kredibel dalam melakukan tugas kepustakawanan,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan ini, sambung dia, diharapkan para pustakawan mampu mengembangkan karirnya, inovatif dan kreatif, lincah, berani, profesional, sanggup enterpreneurship, tekun, menjiwai dan berintegritas tinggi dalam mengemban tugas.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan, Danuar menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan, Pertama, meningkatkan pemahaman tentang Jafung Pustakawan beserta aturan terkait.
Kedua, memberikan pemahaman dan persepsi yang sama tentang Jafung Pustakawan dan angka kreditnya. Ketiga, memberikan pemahaman tentang tata cara pengajuan daftar usul penetapan angka kredit bagi Pejabat Fungsional Pustakawan. Keempat, pengenalan Aplikasi Sistem Informasi DUPAK Terpadu.
Selain itu, ditambahkannya, kegiatan ini diselenggarakan dengan latar belakang masih minimnya pengetahuan Pejabat Fungsional Pustakawan yang baru diangkat melalui jalur pengangkatan pertama, penyesuaian, peralihan dari jabatan lain, serta penyetaraan jabatan administrasi ke dalam Jabatan Fungsional Pustakawan.