DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Sejak dilantik tanggal 2 Juni 2021 lalu hingga memasuki minggu ketiga sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rakhmadi terus mendorong Pegawai DKPU Babel untuk terus meningkat kemampuan diri.

Seperti pada Senin 14 Juni 2021 siang, usai menerima dokumen Sejarah “Perang Ketupat” di Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, hasil karya Mega Ardiana Arsiparis DKPUS Babel, Rakhmadi  mengajak seluruh Pegawai DKPUS Babel untuk meniru apa yang dilakukan Mega.

“Saya mengajak Pegawai DKPUS agar berinovasi seperti yang dilakukan Mega Ardiana. Bidang di wilayah kita ini kan cukup luas, bukan hanya bagaimana sejarah terbentuknya setiap kabupaten atau provinsi, tetapi bisa menggali dari sisi budaya, ekonomi, perkebunan dan lainnya,” kata Rakhmadi.

Rakhmadi sangat mengapresiasi penyerahan dukomen Sejarah “Perang Ketupat” di Desa Lintang, Tempilang tersebut.

“Kalau itu memang menjadi kompeten dari arsiparis, kenapa tidak. Tujuan dari dokumen ini kan agar bisa dibaca, dimengerti dan dipahami masyarakat, kemudian dia mendapatkan pengetahuan,” ujar Rakhmadi.

Mega Ardiana mengaku senang bisa berkontribusi memberikan hasil karyanya dalam sebuah dokumen Sejarah “Perang Ketupat” di Desa Air Lintang.

“Dokumen sejarah ini saya kumpulkan dan wawancara langsung ke sejumlah narasumber diantaranya Kepala Desa Air Lintang, Dukun Laut, warga sekitar Air Lintang, dan pihak terkait lainnya pada tahun 2019 lalu,” ungkap Mega.

Dokumen yang didapat termasuk foto dan video, sebelum diserahkan ke DKPUS Babel, dijelaskan Mega, dialih mediakan dari soft copy  dalam bentuk cetak foto dan DVD. “Yang saya serahkan ini namanya Arsip Statis,” terang Mega.

“Dokumen arsip ini saya berikan ke DKPUS, untuk menambah koleksi arsip DKPUS Babel. Selain dab melestarikan arsip adat istiadat “Perang Ketupat” di Kecamatan Tempilang yang sudah kita kenal selama ini sebagai ajang mendatangkan wisatawan,” timpal Mega.

Dikatakan Mega, bagi masyarakat baik dari Babel maupun luar Babel yang ingin tahu Sejarah “Perang Ketupat” di Tempilang, bisa mengakses Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) ANRI. Sebab, arsip tersebut akan ditransformasikan secara digital melalui JIKN.

Dokumen arsip ini, ditambahkan Mega, akan dijadikannya sebagai salah satu bahan mengikuti Lomba Arsiparis Tingkat Nasional yang akan dihelat pada bulan Agustus 2021 mendatang.

Terpisah, Kabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip DKPUS Babel Megawati Suroso mensupport para arsiparis DKPUS untuk mengembangkan potensi di bidangnya masing-masing.

Sementara itu, dalam serah terima dokumen arsip Sejarah “Perang Ketupat” di Tempilang, juga dihadiri Kabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip beserta para Kasi yang berada di Bidang Pengelolaan dan Pelestarian Arsip.