PALEMBANG - Dalam rangka menelusuri naskah kuno atau manuskrip yang berkaitan dengan sejarah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rakhmadi Kepala DKPUS Babel bersama Tim Penelusuran Naskah Kuno DKPUS Provinsi Babel mengunjungi Provinsi Sumsel.

Lokasi focus kunjungan Tim DKPUS Babel yang didalamnya juga terdapat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang Eti Fachriaty beserta pustakawan Perpustakaan Kota Pangkalpinang pada Jumat (9/12/2022) itu, adalah Museum Balaputra Dewa.

Kehadiran Tim DKPUS Disambut hangat Kepala Museum Negeri Sumsel, Chandra Apriandi. “Tidak semua instansi atau dinas pemerintah mau berkunjung ke museum, bahkan masih jarang saat ini,” ujar Chandra dihadapan Kepala DKPUS Babel beserta rombongan.

Chandra menyebutkan saat ini koleksi yang ada di Museum Negeri Sumsel mencapai 17.742 buah dari 10 jenis koleksi, sembari memperlihatkan koleksi barang-barang dimaksud.

Ketika Kepala DKPUS Babel Rakhmadi menanyakan perihal pemberi hibah sejumlah benda bersejarah seperti keris, siwar, pedang, guci yang ada di Museum Balaputra Dewa, Chandra mengatakan, biasanya si pemberi merupakan pewaris dari benda-benda tersebut dan kemudian menyerahkan ke museum untuk di simpan.

Di Museum Balaputra Dewa juga terdapat Prasasti Kota Kapur yang ditemukan oleh J.K Van Der Meulen semasa menjadi administratur di Sungai Selan Kepulauan Bangka. Prasasti Kota Kapur berisi kutukan kepada mereka yang tidak mau taat kepada Raja Sriwijaya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Kepala Museum, Rakhmadi berjanji akan menyusun kembali sejarah Bangka Belitung yang ada di Bumi Sriwijaya bersama Tim DKPUS Provinsi Babel.

Museum Balaputra Dewa juga memberikan kenang-kenangan katalog naskah kuno “Museum Negeri Sumatera Selatan, kajian koleksi “Pengobatan Tradisional dan dokumen tertulis “Kedatuan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam“ kepada DKPUS Provinsi Babel.