BELITUNG TIMUR – Kepala DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rakhmadi bersama Kabid Perlindungan dan Penyelamatan Arsip, Yanti, dan Tim, menyambangi kediaman Tokoh Presidium Pemekaran Wilayah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) di Kecamatan Gantung, Beltim.

Kedatangan rombongan Kepala DKPUS Babel pada Senin (9/10/2023) ke kediaman Firdaus selaku Tokoh Presidium Pemekaran Wilayah Belitung Timur itu, untuk menggali Sejarah Pemekaran Wilayah Kabupaten Belitung Timur, mulai dari persiapan hingga menjadi Kabupaten.

Penggalian Sejarah Pemekaran Wilayah Beltim tersebut, dilakukan melalui wawancara langsung Kepala DKPUS Babel bersama Firdaus.

Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengatakan, wawancara ke Tokoh Presidium Pemekaran Wilayah Belitung Timur ini adalah salah satu tugas dan fungsi dari DKPUS, khususnya Bidang Perlidnungan dan Penyelamatan Arsip, yaitu penyelamatan arsip dari sisi statisnya.

“Hari ini, kita hadir di Belitung Timur mengungkap perjalanan pemekaran Belitung Timur dari seorang tokoh penggagas terbentuknya komite persiapan pemekaran Belitung Timur saat itu, yaitu Pak Firdaus. Karena beliau pelaku sejarah, makanya kita gali informasi-informasi yang diketahui oleh beliau. Hari ini beliau sudah berumur 86 tahun, namun secara pemikiran dan pencerahan masih kuat dan baik,” kata Kepala DKPUS Babel Rakhmadi.

Disebutkan Rakhmadi, yang digali kepada salah satu tokoh presidium Beltim ini, mulai dari persiapan hingga raihan-raihan Bupati Belitung Timur sampai saat ini.

“Saya minta ungkapan sebagai tokoh utama pemekaran. Pak Firdaus ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam memekarkan Beltim,” ujar Rakhmadi.

Kepala DKPUS Babel Rakhmadi yang juga merupakan bagian dari pejuang pemekaran wilayah Beltim, mengaku bangga dengan Pak Firdaus yang memiliki daya ingat kuat dan secara gamblang menceritakan fakta-fakta perjuangan pemekaran Beltim.

Sejumlah pertanyaan kepada Tokoh Presidium Pemekaran Beltim itu diantaranya tentang Beltim sebelum menjadi kabupaten; bagaimana kondisi sosial, budaya, ekonomi maupun politik, local, sebelum pemekaran; yang mendorong timbulnya keinginan untuk memekarkan wilayah belitung menjadi dua kabupaten yakni belitung & belitung timur.

Kemudian, pertama kali ide pemekaran wilayah belitung menjadi dua kabupaten yaitu belitung dan belitung timur tercetus, tempat dan waktunya; faktor yang mendorong terbentuknya wilayah kabupaten belitung timur; sumber daya alam apa saja yang memiliki nilai jual untuk kesejahteraan masyarakat belitung timur.

Pertanyaan berikutnya, sejauh mana dukungan masyarakat belitung atas pemekaran kabupaten belitung timur; siapa saja tokoh atau kelompok masyarakat yang terlibat dalam inisiasi pembentukan kabupaten belitung timur, apa peran masing-masing; bagaimana respon pemerintah saat pertama kali ide pemekaran ini digulirkan.

Selanjutnya, apa hambatan yang muncul dalam proses pemekaran wilayah tersebut; berapa lama waktu dibutuhkan hingga belitung timur menjadi kabupaten; bagaimana dengan dukungan pendanaannya; siapa saja tokoh yang dianggap paling berperan atas susksesnya pemekaran wilayah Belitung.

Pertanyaan lainnya, setelah menjadi kabupaten belitung timur, bagaimana kondisinya saat ini, baik  sosial, budaya, ekonomi maupun politik, local hingga nasional; kemajuan apa yang sudah dilaksanakan dilihat dari beberapa bupati yang telah menjabat; harapan dengan pemilu 2024.

Sementara itu, Firdaus, Tokoh Presidium Pemekaran Wilayah Beltim usai menjelaskan panjang lebar perjalanan perjuangan pemekaran wilayah Beltim, mulai persiapan sampai resmi menjadi Kabupaten, menyampaikan sejumlah saran dan harapan terhadap beltim ke depan.

“Andalan potensi daerah tolong digali lagi, seperti sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian,” saran Firdaus.

Disamping itu, harapannya ke depan, terutama terhadap Pemilu 2024, bisa terpilih pemimpin daerah yang punya hubungan luas baik dengan pemerintah pusat maupun masyarakat.