BELITUNG TIMUR – Tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyambangi Desa Pesak, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berkenaan dengan tindak lanjut pelaksanaan identifikasi dan pemetaan naskah kuno.
Dari hasil kunjungan yang di pimpin langsung Kepala DKPUS Rakhmadi Kamis (29/9/2022) tersebut, Tim DKPUS Babel berhasil mendapatkan informasi naskah kuno, yakni tentang Kitab Stambul, Arab Gundul, peta pembuatan lahan pertanian pertama, serta buku modul pembelajaran Tahun 1958 dari tokoh masyarakat setempat.
“Kami berterima kasih, karena dalam kami menelusuri naskah kuno berkaitan dengan adat, kebudayaan berhasil mendapatkan sejumlah informasi. Saya selaku Kepala DKPUS Babel memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tokoh masyarakat yang telah berkenan memberikan informasi terkait naskah kuno yang mereka miliki,” kata Rakhmadi.
Apa yang didapatkan Tim DKPUS Provinsi Babel, ditambahkan Rakhmadi, sangat bermanfaat sekali untuk didokumenkan. “Dengan begitu, anak cucu kita mengetahui bahwa kegiatan naskah kuno memberikan satu gambaran pada budaya dan sebagainya,” terang Rakhmadi didampingi Pustakawan DKPUS Babel.
“Kami berharap kepada masyarakat memberikan akses informasi terhadap naskah kuno lainnya, mengingat naskah kuno di maksud merupakan kekayaan budaya masa lampau yang mempunyai nilai penting bagi kebudayaan nasional, sejarah dan ilmu pengetahuan,” harap Rakhmadi.
Bagi pemilik naskah kuno, diharapkan Rakhmadi untuk mendaftarkan kepemilikan ke perpustakaan nasional, baik melalui dinas daerah kabupaten maupun provinsi.
Inventarisasi guna kepentingan perawatan, pelestarian dan pemanfaatan naskah kuno tersebut, dijelaskan Rakhmadi, dilakukan berdasarkan ketentuan UU RI No 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DKPUS) Belitung Timur Mudiarsono, mengatakan terkait naskah kuno ini, pihaknya 2022 ini sudah menganggarkan kegiatan sosialisasi ke masyarakat, dan melakukan penelusuran naskah kuno ke masyarakat, tokoh masyarakat.
Beberapa bulan lalu, DPK Beltim sudah melakukan sosialisasi naskah kuno dengan mengundang kurang lebih 25 tokoh masyarakat guna mensosialisasikan naskah kuno, sekaligus menghadirkan dari pihak DKPUS Provinsi.
“Jadi, usaha kami untuk mendapatkan naskah kuno di Beltim kami mendekati tokoh-tokoh masyarakat, tenaga kependidikan yang senior-senior,” sebut dia.
Pada tahun 2023 mendatang, pihaknya akan melanjutkan kegiatan ini, karena masih banyak naskah kuno di tangan masyarakat. “Kami ingin masyarakat menitipkan atau menyimpan naskah-naskah kuno mereka ke pemerintah dalam hal ini DPK Beltim,” katanya.
Di ABT 2022 ini, masih dikatakan Kepala DPK Beltim, pihaknya sudah menganggarkan lemari sirkulasi untuk arsip. Memang lumayan mahal harga lemari tersebut.
Kepala DPK Beltim mengharapkan adanya sinergitas antara DKPUS Provinsi dan DPK Beltim, diantaranya berkenaan dengan naskah kuno.