JAKARTA -  Kepala SMA/SMK/MA se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengaku telah mendapatkan ide-ide baru, dan menambah wawasan berkenaan dengan Perpustakaan, setelah diajak turut serta dalam studi komparatif perpustakaan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Babel.  

Sunnaidi Solihin Kepala SMK Yapentob Toboali, sekaligus Ketua MKK SMK Swasta Babel menyebutkan, gebrakan yang dilakukan oleh DKPUS Babel ini sungguh luar biasa.

“Kunjungan ini sangat berguna bagi kami. Karena bagaimanapun kalau kita belum melihat punya orang, maka belum tahu mengembangkannya. Jadi, salah satu raport Pendidikan di literasi Pendidikan salah satunya memang harus menyediakan tempat baca sebanyak-banyaknya bagi anak,” kata Sunnaidi, Rabu (9/8/2023).

Adanya studi komparatif khusus bidang perpustakaan ini bagi Kepsek ini, menurutnya,  para Kepsek SMA/SMK/MA mendapatkan inspirasi baru, ini lho cara mengembangkan perpustakaan.

“Saat kita ke Perpusnas, SMAN 70 Jakarta, Perpusda Jakarta, kita tahu ada koleksi digital, tidak harus fisik semua, ada e-book. Ini snagat baik, dan membuat kita jelas, bagaimana sekolah kita maju. Banyak bahan yang kita dapatkan, tinggal menyusun dengan baik, tinggal dukungan dananya,” ujar Sunnaidi.

Berkenaan dengan anggaran, diakui Sunnaidi, karena murid sedikit, maka dana yang terkumpul juga sedikit. Untuk itu, pihaknya sebagai sekolah swasta berharap bantuan pemerintah di daerah guna pengembangan perpustakaan ini.

“Disamping itu, kita pun harus komitmen dalam pengembangan literasi. Harapan kami ke pemda ada bantuan per sekolah, bukan berdasarkan jumlah murid. Kita sudah dibantu tahun-tahun lalu. Tapi untuk buku dalam 5 tahun terakhir tidak pernah dapat lagi. Seyogyanya di berilah perhatian dari pemda. Tapi saya bersyukur Kepala DKPUS Babel antusias untuk memajukan perpustakaan di Babel ini, ini harapan baru,” tutupnya.

Terpisah, Rakhmadi Kepala DKPUS Babel mengharapkan kepada Kepsek SMA/SMK/MA di Babel bisa meniru apa yang dilakukan oleh SMAN 70 Jakarta.

“Salah satu yang mereka lakukan untuk mengembangkan perpustakaan adalah keterlibatan Tim 15 yang merupakan siswa-siswi sekolah tersebut. Siswa-siswi memiliki peran penting mendukung perkembangan Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMAN 70 Jakarta, diantaranya mengajak para siswa untuk datang ke perpustakaan. Mereka juga banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan,” ungkap Rakhmadi.

DKPUS Babel pun, ditambahkan Rakhmadi, setelah melihat langsung Perpustakaan SMAN 70 Jakarta, juga harus banyak belajar, harus banyak milek bagaimana mengelola perpus di Babel, sehingga Babel 2024 mendatang bisa masuk 10 besar,” harap Kepala DKPUS Babel Rakhmadi.

Para Kepsek yang ikut kunjungan ini, ditekankan Rakhmadi, harus mampu menggali kelebihan yang ada di Perpus SMAN 70 Jakarta, dan kelebihan itu harus dibawa serta diimplementasikan di Babel. 

“Pulang dari SMA 70 Jakarta ini, para Kepsek harus mampu menerapkannya. Ayo semangat terus. Saya pun akan berusaha bersinergi dengan daerah lain guna mengembangkan perpustakaan di Babel,” seru Rakhmadi.