KOBA – Tim DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali melanjutkan petualangan ke Kabupaten Bangka Tengah. Tujuannya kali ini adalah menelusuri keberadaan budaya etnis yang ada di daerah tersebut.

Dari kunjungan yang dilakukan pada Jumat (18/11/2022) tersebut, Tim DKPUS yang dikomandoi Cahya Tri Wulan, berhasil mengumpulkan banyak informasi berkenaan dengan koleksi budaya etnis di Bangka Tengah.

Informasi itu diberikan langsung oleh Meilanto Guru SDN 13 Koba yang juga seorang penulis dan budayawan, saat Tim DKPUS menyambangi SDN 13 Koba.

Tim Penelusuran Koleksi Budaya Etnis DKPUS Babel Cahya Tri Wulan mewakili Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengatakan, kunjungan Tim DKPUS ini untuk menelusuri keberadaan budaya etnis di daerah Bangka Tengah.

Koleksi budaya etnis yang ada di Bangka Tengah ini, kata dia, akan menjadi bagian dari rencana kumpulan koleksi budaya etnis di Babel, yang bakal dimasukan kedalam sebuah buku.

Ia menyampaikan terima kasih kepada budayawan Pulau Bangka tersebut yang dengan terbuka menerima dan memberikan informasi terkait budaya etnis di Kabupaten Bangka Tengah.     

Meilanto menyambut dengan senang hati kedatangan Tim Penelusuran Budaya Etnis DKPUS Babel ini. Dikatakannya, memang penting untuk menelusuri dan mengembangkan koleksi budaya etnis yang ada di Bangka Tengah, karena hingga saat ini belum ada institusi pemerintah yang memang fokus pada persoalan ini. “Kekayaan budaya ini jika tidak dilestarikan, maka akan punah termakan zaman,” ujarnya.

Disebutkannya, berdasarkan data yang dimiliki, ada beberapa unsur budaya etnis di Bangka Tengah, diantaranya Pertama, peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transpor dan sebagainya).

Kedua, mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (sistem bercocok tanam; sistem berburu; sistem berdagang). Ketiga, sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan, Organisasi sosial, organisasi adat, tata cara adat dan upacara adat).

Keempat, Bahasa (lisan maupun tertulis). Kelima, kesenian (seni tekstil tradisional, seni relief/ukir, seni arsitektur, seni tari, seni suara tradisional, seni beladiri, seni drama, seni masak, seni sastra, seni sastra lisan/folklor).

Keenam, sistem pengetahuan (pengetahuan merupakan segala hal yang diketahui oleh manusia, meliputi ilmu obat-obatan tradisional; ilmu transformasi ajaran misalnya pengetahuan tentang lingkungan sekitar). Ketujuh,  religi (sistem kepercayaan, sistem religi,semua ritual keagamaan).