NAMANG – Dalam rangka lanjutan menelusuri koleksi naskah kuno, Tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyambangi Kantor Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Dalam kunjungan yang dilaksanakan Kamis (20/10/2022) tersebut, Tim DKPUS di pimpin langsung Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno DKPUS Babel Mirdayati mewakili Kepala DKPUS Babel Rakhmadi.

Tim DKPUS disambut Kasi Pemerintahan Desa Namang Asrul beserta perangkat Pemerintah Desa Namang lainnya di Kantor Kades Namang.

Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno DKPUS Babel Mirdayati mengucapkan terima kasih kepada Kasi Pemerintahan Desa Namang beserta jajaran Pemerintah Desa Namang lainnya yang telah meluangkan waktu menerima kunjungan Tim DKPUS Babel.

Diungkapkan Mirdayati, kunjungan Tim DKPUS Babel ke Desa Namang adalah lanjutan dari penelusuran dan penggalian naskah kuno oleh DKPUS Babel.

“Kami sudah melakukan penelusuran ke sejumlah daerah di Kabupaten yang ada di Babel, termasuk ke Kantor DPK Kabupaten Bangka Tengah. Namun, kami masih menganggap perlu turun langsung ke desa yang disinyalir memiliki naskah kuno maupun koleksi etnis budaya,” kata Mirdayati.

Ia berharap perangkat Desa Namang bisa membantu memberikan informasi berkenaan hal tersebut. Sebab, menurut Mirda, perangkat desa adalah yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Mungkin perangkat Desa Namang mengetahui ada warganya atau tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat atau tokoh agama yang menyimpan naskah kuno,” ungkap Mirdayati.

Kasi Pemerintahan Desa Namang menyambut positif kehadiran Tim DKPUS Babel ini. Bahkan pihaknya sangat mendukung jika nanti hasil dari penelusuran dan penggalian naskah kuno maupun etnis budaya ini dimasukkan kedalam sebuah buku, sehingga masyarakat dan generasi muda ke depan tahu mengetahui sejarah atau peninggalan yang ada di Namang maupun daerah lain di Babel.

Untuk di Desa Namang sendiri disebutkannya, ada budaya adat Murok Jerami setahun sekali dirayakan, yang digelar setelah panen padi. Biasanya dilaksanakan sekitar bulan Oktober, atau bertepatan dengan musim jamur pelawan.

Selain itu, diungkapkan Kasi Pemerintahan Desa Namang, ada juga makam tokoh, dan sumur peninggalan zaman dulu.

Dirinya juga mengharapkan Tim DKPUS Babel agar bisa bersilaturahmi dengan salah tokoh masyarakat dan tokoh adat Desa Namang, berkenaan dengan tindaklanjut bekeradaan peninggalan yang bernilai sejarah bagi bangsa tersebut.