BANGKA TENGAH - Dalam rangka menggali dan mengetahui naskah terkait pada kesejarahaan yang merupakan memori kolektif sejarah, Tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), selain mengunjungi Kabupaten Belitung Timur, turut mengunjungi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Bangka Tengah untuk mencari naskah kuno yang ada di daerah tersebut.

Kunjungan Tim DKPUS Babel yang di pimpin Kepala Bidang Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno, mewakiliki Kepala DKPUS Babel, Mirdayati didampingi Pustakawan Madya DKPUS dan Pegawai DKPUS lainnya tersebut, disambut langsung Kepala DKP Bangka Tengah, Irwandi.

Kepada Kepala DKP Bangka Tengah, Mirdayati mengatakan, saat ini DKPUS Babel aktif dan gencar menelusuri jejak naskah kuno yang ada di tiap daerah guna melestarikan manuskrip tersebut.

“Naskah kuno yang ada ditiap daerah akan dikumpulkan untuk kemudian dilestarikan karena merupakan produk literasi yang harus dirawat,“ ujar Mirdayati saat berkunjung di DKP Bangka Tengah, Rabu (7/9/2022).

Oleh karena itulah, bersama 3 Kabupaten lainnya, Kabupaten Bangka Tengah dengan ibukota Koba yang merupakan daerah hasil pemekaran Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung, kata Mirdayati, menjadi daerah yang dikunjungi.

Ia berharap Bangka Tengah, memiliki naskah kuno yang merupakan koleksi sejarah bangsa tersebut.

Kepala DKP Bangka Tengah, Irwandi mengapresiasi dan berterima kasih kepada Tim DKPUS Provinsi Babel yang telah menjadikan Bangka Tengah sebagai salah satu daerah telusur naskah kuno.

Disebutkan Irwandi, untuk di DKP Bangka Tengah tidak banyak naskah kuno atau peninggalan sejarah yang bisa didapatkan.

“Para pelaku sejarah dan bukti fisik peninggalan kuno sudah banyak tidak ada, sehingga sulit untuk mencari atau menelusuri  jejak sejarah di Bangka Tengah,” kata Irwandi.

Berbagai upaya seperti wawancara, foto/video dan manuskrip telah dilakukan DKP Bangka Tengah ke berbagai tempat untuk mendapatkan sejarah tentang Bangka Tengah.

Irwandi berharap, untuk ke depan pihaknya lebih banyak lagi mendapatkan memori kolektif daerah Bangka Tengah sebagai aset bersejarah kabupaten tersebut.