SEMARANG – Tim DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali melanjutkan studi komparatif sekaligus mempelajari Pelestarian Naskah Kuno, diantaranya alih media naskah kuno ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Studi komparatif pada Kamis (7/12/2023), yang di pimpin langsung Kepala DKPUS Babel, Rakhmadi itu, turut diikuti Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno, Mirdayati, Subkor Pelestarian Naskah Kuno, dan sejumlah Pustakawan DKPUS Babel.

Kehadiran Kepala DKPUS Babel beserta tim, diterima Kepala Dinas Arpus Jateng, Frans beserta jajarannya, di ruang pertemuan Kantor Dinas Arspus Jatenga, di Kota Semarang.

Frans, Kepala Dinas Arpus Jateng menyampaikan terima kasih dan mengaku tersanjung atas kunjungan Kepala DKPUS Babel Rakhmadi bersama tim DKPUS Babel, ke Kantor Dinas Arpus Jateng, dalam rangka studi kompratif naskah kuno.

Dihadapan Kepala DKPUS dan Tim, Kepala Dinas Arpus Jateng, Frans mengatakan, Provinsi Jateng memiliki potensi naskah kuno yang lumayan banyak. “Kami Jateng punya 35 Kabupaten/Kota. Sedangkan Perangkat Daerah lingkup Pemprov Jateng mencapai 50 OPD. Untuk itu, khusus permasalahan naskah kuno ini harus perhatian khusus kami,” katanya.

Ia menyebutkan, berkenaan dengan naskah kuno ini, yang mereka miliki diantaranya ada Gunung Mermabu, Gunung Merapi, Pondok Pesantren dan Santri, serta lainnya yang banyak belum tergali, bahkan tata.

“Saat ini, Provinsi Jateng memiliki 4.547 naskah kuno, terbanyak ada di Kota Solo. Karena di sana ada kraton,” ungkap Frans.

Disebutkan Frans, Dinas Arpus Jateng, meski juga memiliki keterbatasan, sudah melakukan pelestarian terhadap naskah kuno, diantaranya ada hunting, pendataan dan pemetaan naskah kuno di masyarakat.

“Berkenaan dengan naskah kuno ini, kami juga melakukan langkah dengan menemui MUI, para Kiayai,” sebut Frans.

Disamping itu, Dinas Arpus Jateng melaksanakan pelestarian naskah kuno melalui alih media, konservasi menggunakan tissue Jepang, penjilidan ulang, pembuatan kotak penyimpanan. Pelestarian naskah kuno ini, pun dilakukan di kabupaten yang ada di Jateng.

Pihaknya siap memberikan bantuan ilmu yang dibutuhkan oleh Tim DKPUS Babel berkenaan dengan penyelamatan naskah kuno ini.

Ucapan terima kasih turut diungkapkan Kepala DKPUS Babel, Rakhmadi atas sambutan Kepala Dinas Arpus Jateng beserta jajarannya kepada Tim DKPUS Babel, yang dinilai luar biasa.

Rakhmadi menjelaskan bahwa kedatangan dirinya bersama Tim DKPUS Babel adalah ingin studi komparatif dan belajar terkait alih media naskah kuno yang dilakukan Dinas Arpus Jateng.

“Dari sisi arsip, DKPUS Babel memang masih kurang. Namun kami punya langkah konkrit untuk mendongrak itu, salah satunya adalah melalui Festrip 1, 2 yang telah dilaksanakan baru-baru ini,” ujarnya.

Namun, untuk kekurangan-kekurangan lainnya, terutama alih media, pihaknya ingin tahu lebih dalam lagi, bagaimana keberhasilan yang dilakukan oleh Dinas Arpus Jateng.

“Kami lihat alih media naskah kuno yang dilakukan Dinas Arpus Jateng sudah hebat,” sanjung Rakhmadi.

Soal manuskrip, kata Rakhmadi, Babel baru terkumpul beberapa buah. Usai menggelar pertemuan, kedua belah pihak saling beri cinderamata.

Setelah itu, Tim DKPUS Babel diajak melihat langsung proses pelaksanaan alih media yang dilakukan oleh pihak Dinas Arpus Jateng.

Tim DKPUS Babel juga diperlihatkan beberapa naskah kuno yang ada di ruangan deposit Dinas Arpus, dan telah disimpan di dalam kotak naskah kuno.