SEMARANG – Studi komparatif yang dilakukan oleh DKPUS Provinsdi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, membuat sejumlah hasil, diantaranya Tim Pustakawan diajari bagaimana cara membuat kota anti asam untuk menyimpan atau melindungi naskah kuno.

Ilmu berkenaan dengan naskah kuno yang didapatkan Tim Pustakawan DKPUS Babel itu diberikan langsung oleh Subkor Deposit dan Perpustakaan Dinas Arpus Jateng, Aprlia, bersama  Pustakawan Madya yang juga folilogi pembaca naskah Bahasa Jawa dan arab pegon Dinas Arpus Jateng, Budi, Kamis (7/12/2023).

Di ruang deposit dan perpustakaan Dinas Arpus Jateng, sejumlah pustakawan DKPUS Babel yang berda di Bidang Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno DKPUS Babel,diperagakan cara pembuatan kotak anti asam untuk penyimpanan nakah kuno tersebut.

“Untuk kota anti asam ini, kata Subkor Aprilia, menggunakan kertas conqueror, tidak bisa sembarang kertas,” ujarnya.  

Pihaknya juga memperlihatkan beberapa naskah kuno jawa dan naskah kuno yang telah mereka himpun, dan simpan dalam kota anti asam.

Provinsi Jateng saat ini memiliki 4.547 naskah kuno, dan terbanyak ada di Kota Solo, karena di sana ada kraton.

“Pendataan naskah kuno di Jawa Tengah, untuk sementara ada 265 eksemplar yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sedangkan telah dialih mediakan 141 naskah kuno,” sebut Aprilia.

Subkoordinator Pelestarian Naskah Kuno DKPUS Babel, Helmina bersama sejumlah Pustakawan DKPUS yang ada di ruang tersebut mengaku senang, bisa mengetahui bagaimana cara membuat kota anti asam guna melindungi naskah kuno, walaupun hanya dalam waktu yang singkat.

Sementara Kepala DSKPUS Babel, Rakhmadi didampingi Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno DKPUS Babel, Mirdayati mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Arpus Jawa Tengah, yang telah memberikan ilmunya berkenaan dengan pelestarian naskah kuno ini.

“Memang, kami datang ke Dinas Arpus Jawa Tengah in ikan untuk belajar apa yang dimiliki lebih dulu oleh Dinas Arpus Jawa Tengah. Semoga ilmu ini ke depan bisa kawan-kawan DKPUS Babel terapkan,” harap Rakhmadi.